Langkah Hukum Baru: Dua Anak Angelina Jolie Resmi Lepas Nama Brad Pitt
Baca dalam 60 detik
- Zahara dan Maddox Jolie telah memenuhi persyaratan publikasi di koran California sebagai bagian dari proses hukum untuk menghapus nama 'Pitt' dari identitas mereka.
- Langkah ini mengikuti jejak Shiloh yang lebih dulu menyelesaikan proses serupa, menandai jarak yang semakin jelas antara anak-anak Angelina Jolie dengan sang ayah.
- Keputusan ini mencerminkan dinamika keluarga pasca perceraian yang rumit, dengan implikasi pada citra publik dan hubungan personal di masa depan.

Zahara dan Maddox Jolie, dua anak dari pasangan aktor Angelina Jolie dan Brad Pitt, resmi mengambil langkah hukum lanjutan untuk menghapus nama belakang Pitt dari identitas mereka. Berdasarkan dokumen pengadilan yang diperoleh media, keduanya telah menyelesaikan proses publikasi di koran harian Los Angeles Daily Journal selama empat pekan berturut-turut, sebagaimana disyaratkan hukum California sebelum sidang perubahan nama.
Zahara, 21 tahun, mengajukan permohonan untuk berganti nama menjadi Zahara Marley Jolie, setelah sebelumnya menggunakan nama tersebut saat wisuda di Spelman College. Sementara Maddox, 24 tahun, ingin resmi menyandang nama Maddox Chivan Jolie. Alasan yang tercantum dalam dokumen hukum hanyalah bersifat personal, tanpa penjelasan lebih rinci.
Langkah ini bukanlah yang pertama dalam keluarga Jolie-Pitt. Sebelumnya, Shiloh, 20 tahun, telah menyelesaikan proses hukum serupa tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, bahkan disebut-sebut membayar pengacara dari uangnya sendiri. Vivienne, 18 tahun, juga sudah menggunakan nama Jolie secara profesional saat terlibat dalam produksi Broadway The Outsiders bersama sang ibu.
Keputusan untuk melepas nama Pitt dari identitas anak-anak Angelina Jolie ini menimbulkan pertanyaan tentang hubungan mereka dengan sang ayah. Sejak perpisahan Angelina dan Brad pada 2016, berbagai laporan menyebut keenam anak mereka semakin menjauh dari Brad. Namun, menurut sumber yang dikutip Page Six, Pax disebut masih dekat dengan keluarga besar Brad, meski tidak memiliki hubungan dekat dengan sang aktor.
Fenomena ini menarik untuk disimak, terutama di tengah budaya Indonesia yang masih kental dengan ikatan keluarga dan nama marga. Di Indonesia, perubahan nama keluarga seringkali memiliki implikasi sosial dan hukum yang kompleks, terutama terkait warisan dan status keluarga. Meski demikian, keputusan anak-anak Angelina Jolie menunjukkan bahwa otonomi individu dalam menentukan identitas diri, termasuk nama, semakin diakui secara hukum di berbagai negara.
Ke depannya, publik akan menanti apakah anak-anak lainnya, seperti Pax atau Knox, akan mengambil langkah serupa. Proses hukum yang masih berjalan ini juga menjadi cerminan bagaimana perceraian figur publik dapat berdampak jangka panjang pada dinamika keluarga, termasuk pilihan nama yang menjadi simbol identitas dan afiliasi.



