Sam Neill Tutup Usia, Peaky Blinders Kehilangan Salah Satu Pilar Utama
Baca dalam 60 detik
- Aktor kawakan Sam Neill meninggal di usia 78 tahun, meninggalkan warisan akting yang membentang lebih dari lima dekade.
- Perannya sebagai Major Chester Campbell di Peaky Blinders disebut sebagai salah satu kunci kesuksesan awal serial tersebut.
- Ucapan duka mengalir dari rekan sejawat seperti Cillian Murphy, Steven Spielberg, hingga mantan PM Selandia Baru Jacinda Ardern.

Dunia perfilman dan televisi internasional berduka. Sam Neill, aktor yang namanya melekat lewat peran Dr. Alan Grant dalam waralaba Jurassic Park dan tokoh antagonis karismatik di serial Peaky Blinders, meninggal dunia pada Senin (13/7) di Sydney, Australia, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang di industri hiburan, terutama sebagai salah satu fondasi awal yang membuat Peaky Blinders langsung mencuri perhatian sejak musim pertama.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui pernyataan di Instagram. “Sam meninggal dengan dikelilingi keluarga, dengan martabat yang mewarnai seluruh hidupnya,” tulis mereka. “Kepergiannya mendadak dan tidak terduga, tetapi diberkati karena Sam terbebas dari kanker.” Sebelumnya, pada April lalu, Sam mengumumkan dirinya telah bebas kanker setelah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin agresif yang didiagnosis tiga tahun silam.
Bagi penggemar Peaky Blinders, Sam Neill adalah Major Chester Campbell—seorang polisi brutal, manipulatif, namun memikat. Akun resmi serial tersebut memberikan penghormatan khusus, menyebut penampilan Sam sebagai “salah satu yang abadi” dan menegaskan bahwa ia adalah “salah satu kekuatan kunci yang membuat Peaky Blinders lepas landas.” Ucapan itu menambahkan, “Seorang penjahat yang keji, picik, manipulatif, tapi juga karismatik, rentan, lucu, dan sangat menghibur untuk ditonton.”
Cillian Murphy, lawan main Sam di Peaky Blinders yang memerankan Tommy Shelby, menyampaikan penghormatan mendalam. “Seperti semua orang yang mengenal dan bekerja dengan Sam, saya mengagumi dan menyayanginya dalam ukuran yang sama,” ujar Murphy. “Dia adalah salah satu orang paling baik, paling lucu, dan paling lembut, dan salah satu aktor terbaik… Beristirahatlah dengan damai.” Joe Cole, yang juga tampil bersama Sam di serial yang sama, hanya menulis di Instagram: “Beristirahatlah dengan tenang, kawan besar.”
Tak hanya dari rekan sesama pemain, penghormatan juga datang dari sutradara legendaris Steven Spielberg. Melalui pernyataan yang dirilis Amblin Entertainment, Spielberg mengenang kolaborasinya dengan Sam di waralaba Jurassic Park. “Sam sangat kolaboratif. Merupakan tantangan baginya memerankan karakter yang bertingkah seolah anak-anak berantakan dan bau, karena ini kebalikan dari sosok ayah penyayang yang ia tunjukkan kepada anak-anaknya sendiri,” kata Spielberg. “Saya sangat menikmati membuat semua film Jurassic bersamanya.”
Di luar layar, Sam Neill dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan vokal dalam isu-isu sosial. Mantan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengenang pertemuannya dengan sang aktor beberapa pekan sebelum kepergiannya. “Dia adalah orang yang penuh perhatian, ingin tahu, dan baik. Seseorang yang berprinsip, tidak takut menyuarakan pendapatnya, dan bersedia berjuang saat melihat ketidakadilan,” tulis Ardern di Instagram. “Kami kehilangan seorang Kiwi yang luar biasa, dan saya merasa sangat sedih.”
Bagi penonton Indonesia, Sam Neill mungkin lebih dikenal lewat perannya sebagai Dr. Alan Grant yang ikonik di Jurassic Park—film yang menjadi salah satu tontonan klasik generasi 1990-an. Namun, kontribusinya pada Peaky Blinders, yang juga populer di platform streaming Tanah Air, menunjukkan rentang aktingnya yang luar biasa. Kepergian Sam Neill menutup satu babak penting dalam sejarah pertelevisian dan perfilman global. Dengan dua film terakhir yang masih akan dirilis, warisannya akan terus hidup—dan pertanyaan yang tersisa adalah, seberapa besar pengaruh seorang aktor bisa terasa lintas generasi?



