Sam Neill Tutup Usia di 78 Tahun, Tinggalkan Harta Rp290 Miliar dari Akting dan Bisnis Anggur
Baca dalam 60 detik
- Aktor legendaris Sam Neill meninggal dunia pada usia 78 tahun, meninggalkan kekayaan bersih sekitar USD 18 juta atau setara Rp290 miliar.
- Selain dari akting, Neill membangun kekayaan melalui kebun anggur Two Paddocks di Selandia Baru dan investasi properti di Australia.
- Kepergiannya yang mendadak terjadi setelah ia dinyatakan bebas kanker tahun ini, meninggalkan warisan film ikonik seperti Jurassic Park dan The Piano.

Dunia perfilman internasional kehilangan salah satu bintangnya. Sam Neill, aktor yang namanya melekat lewat film Jurassic Park dan The Piano, meninggal dunia pada Senin (13/7) di Sydney, Australia, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya disebut mendadak oleh pihak keluarga, meski ia sebelumnya berhasil mengalahkan kanker limfoma T-angioimunoblastik stadium tiga.
Di balik layar, Neill bukan sekadar aktor. Ia adalah seorang pekebun anggur yang serius dan investor properti cerdas. Menurut data dari Celebrity Net Worth, kekayaan bersihnya saat wafat mencapai USD 18 juta, atau sekitar Rp290 miliar. Angka itu dikumpulkan dari tiga sumber utama: akting selama lima dekade, kebun anggur Two Paddocks di Central Otago, Selandia Baru, serta portofolio properti di Australia dan Selandia Baru.
Bisnis anggur menjadi salah satu pilar kekayaan Neill. Two Paddocks, yang ia dirikan pada 1993, berawal dari proyek kecil dan tumbuh menjadi perkebunan serius dengan beberapa lahan di Pulau Selatan. Neill sering menyebut pembuatan anggur sebagai gairah, bukan sekadar investasi. Ia bahkan dikenal karena unggahan lucu di media sosial yang menampilkan hewan-hewan ternaknyaโdiberi nama sesuai aktor kenamaan seperti Anjelica Huston, Helena Bonham Carter, dan Michael Fassbender.
Di sektor properti, Neill menunjukkan naluri investasi yang tajam. Pada 2020, ia menjual rumahnya di Double Bay, salah satu kawasan termahal Sydney, seharga USD 3,6 juta. Padahal, rumah empat kamar tidur dengan teras dan jendela dari lantai ke langit-langit itu dibelinya pada 1996 bersama mantan istrinya, Noriko Watanabe, hanya seharga USD 839.000. Keuntungan bersih lebih dari 300% dalam 24 tahun. Rumah utama Neill berada di Central Otago, dekat kebun anggurnya, dan ia juga memiliki properti di Wellington.
Bagi pencinta film di Indonesia, kepergian Neill terasa seperti kehilangan ikon masa kecil. Generasi 1990-an mengenalnya sebagai Dr. Alan Grant yang karismatik di Jurassic Park, sementara penikmat film seni mengingat aktingnya yang memukau di The Piano. Kariernya yang panjang juga mencakup The Hunt for Red October, Event Horizon, Peaky Blinders, hingga serial The Tudors. Neill membuktikan bahwa aktor bisa sukses di dua dunia: hiburan massa dan sinema arthouse.
Keluarga Neill, dalam pernyataan di Instagram, mengucapkan terima kasih kepada St Vincentโs Private Hospital dan meminta privasi. Mereka menyebut kepergiannya terjadi dengan martabat yang mewarnai seluruh hidupnya. Pertanyaan yang kini menggantung: akankah Two Paddocks tetap berlanjut sebagai bisnis keluarga, atau akan dijual? Warisan Neill, baik di layar lebar maupun di kebun anggur, tampaknya akan terus dikenang.



