Fenerbahce Boyong Mason Greenwood dari Marseille dengan Mahar €39 Juta
Baca dalam 60 detik
- Klub raksasa Turki, Fenerbahce, resmi mendatangkan penyerang Inggris Mason Greenwood dari Olympique Marseille dengan nilai transfer mencapai €39 juta.
- Pembayaran dilakukan dalam tiga cicilan tahunan, menunjukkan strategi finansial Fenerbahce yang terukur dalam memburu gelar juara Liga Super Turki yang terakhir diraih pada 2014.
- Greenwood, yang sebelumnya bersinar di Marseille dengan 37 gol liga dalam dua musim, diharapkan menjadi ujung tombak baru bagi lini depan Fenerbahce.

Fenerbahce resmi mengumumkan perekrutan penyerang Inggris, Mason Greenwood, dari Olympique Marseille dengan nilai transfer mencapai €39 juta atau sekitar Rp 680 miliar. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub Istanbul tersebut untuk kembali merebut tahta Liga Super Turki yang terakhir kali mereka raih pada 2014.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (14/7), Fenerbahce mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai dengan pemain berusia 24 tahun itu maupun klub Prancis. Pembayaran akan dilakukan dalam tiga angsuran yang sama besar selama tiga tahun ke depan, sebuah skema yang mencerminkan perencanaan keuangan yang matang di tengah persaingan ketat bursa transfer.
Selain biaya transfer, Fenerbahce juga bersedia menanggung kewajiban solidaritas sesuai regulasi FIFA. Hal ini menunjukkan keseriusan klub dalam mematuhi aturan transfer internasional sekaligus memperlancar proses administrasi kepindahan Greenwood.
Greenwood sebelumnya bergabung dengan Marseille dari Manchester United pada Juli 2024 dengan kontrak lima tahun. Kepindahannya ke Turki menandai babak baru setelah kariernya sempat terhenti akibat kontroversi di Inggris. Selama berseragam Marseille, ia membuktikan ketajamannya dengan mencetak 37 gol di kompetisi domestik, menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di Ligue 1.
Bagi Fenerbahce, kedatangan Greenwood diharapkan menjadi jawaban atas kerinduan gelar liga yang sudah 11 tahun lamanya. Pelatih Jose Mourinho, yang kini menukangi Fenerbahce, membutuhkan sosok penyerang serbabisa yang bisa bermain di berbagai posisi depan. Greenwood, yang dikenal dengan kemampuan finishing dan kecepatannya, dinilai cocok dengan skema permainan Mourinho yang mengandalkan serangan balik cepat.
Di kancah sepak bola Indonesia, transfer ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa agresifnya klub-klub Turki dalam mendatangkan pemain top Eropa. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih berani berinvestasi di bursa transfer internasional, meski dengan skala yang lebih kecil. Selain itu, pergerakan pemain seperti Greenwood juga memperkuat daya tarik Liga Super Turki sebagai destinasi alternatif bagi pemain yang ingin bangkit setelah masa sulit.
Menurut analis sepak bola Eropa, keputusan Greenwood pindah ke Turki merupakan langkah cerdas untuk memulihkan kariernya. “Liga Turki menawarkan eksposur kompetitif dan tekanan yang lebih rendah dibanding Inggris atau Prancis, sehingga Greenwood bisa fokus mengembangkan permainannya,” ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya.
Dengan tambahan amunisi baru, Fenerbahce kini memiliki lini depan yang lebih variatif. Pertanyaannya, akankah Greenwood mampu membawa Fenerbahce kembali ke puncak klasemen dan mengakhiri puasa gelar yang panjang? Atau justru tekanan ekspektasi akan kembali menghantuinya? Hanya waktu yang akan menjawab.



