Tharman dan Anwar Sepakat Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi
Baca dalam 60 detik
- Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam dan PM Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan komitmen memperdalam kerja sama di bidang ketahanan pangan dan energi.
- Pertemuan di Kuala Lumpur juga membahas geopolitik global, termasuk situasi Timur Tengah, serta pentingnya hukum laut internasional.
- Kunjungan kenegaraan ini membuka peluang kolaborasi konkret seperti teknologi mitigasi banjir dan pendidikan vokasi antara Singapura dan negara bagian Selangor.

Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sepakat untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang strategis, terutama ketahanan pangan dan energi, dalam pertemuan bilateral di Kuala Lumpur, Senin (13/7). Kesepakatan ini menjadi sinyal penguatan hubungan kedua negara di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Dalam pertemuan yang berlangsung di sela kunjungan kenegaraan Tharman ke Malaysia, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik, termasuk situasi di Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) menyebutkan bahwa Tharman dan Anwar sama-sama menekankan pentingnya menegakkan hukum internasional, khususnya United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), serta menjaga kebebasan navigasi di kawasan.
Pernyataan bersama ini menggarisbawahi komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya persaingan kekuatan besar. Bagi Indonesia, posisi strategis Singapura dan Malaysia sebagai mitra dagang utama dan sesama anggota ASEAN menjadikan setiap langkah kerja sama bilateral mereka relevan untuk dicermati, terutama dalam hal ketahanan pangan dan energi yang juga menjadi prioritas nasional.
Selain bertemu Anwar, Tharman juga melakukan pertemuan dengan Yang di-Pertuan Agong Malaysia, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, pada hari yang sama. Keduanya membahas peluang kerja sama di bidang energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan. Langkah ini menunjukkan bahwa isu transisi energi menjadi agenda utama dalam hubungan bilateral kedua negara, sejalan dengan tren global menuju ekonomi hijau.
Pada hari kedua kunjungan, Selasa (14/7), Tharman mengunjungi Shah Alam, ibu kota negara bagian Selangor. Di sana, ia bertemu dengan Sultan Selangor Sharafuddin Idris Shah dan Menteri Besar Selangor Amirudin Shari. Pembahasan mencakup bidang pendidikan teknik dan vokasi, adaptasi iklim dan mitigasi banjir, serta pengembangan startup. MFA menyebut Tharman menyambut baik peningkatan pertukaran antara Singapura dan Selangor.
Menariknya, Selangor Royal Office dalam unggahan Facebook mengakui tantangan banjir yang dihadapi negara bagian tersebut dan menyatakan minat untuk belajar dari teknologi mitigasi banjir, metode pembersihan sungai, serta pembangunan lingkungan berkelanjutan ala Singapura. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Singapura yang bergerak di bidang infrastruktur air dan lingkungan untuk masuk ke pasar Malaysia.
Tharman juga menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Kuala Lumpur Business Club, di mana ia berdialog dengan para pemimpin sektor ekonomi dan keuangan. Dalam pidatonya, Tharman menyentuh tantangan dunia pasca-unipolar, perlunya menjaga hubungan dengan kekuatan besar sambil memperkuat jembatan dengan kawasan lain, serta mendorong reformasi multilateralisme dan percepatan integrasi ASEAN.
Kunjungan kenegaraan ini dijadwalkan berakhir pada Rabu (15/7) dengan agenda sarapan pagi bersama para pemimpin bisnis sebelum Tharman bertolak kembali ke Singapura. Pertemuan tingkat tinggi ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral Singapura-Malaysia, tetapi juga memberikan gambaran tentang arah kerja sama regional yang dapat menjadi acuan bagi Indonesia dalam merumuskan kebijakan luar negeri dan ekonomi di kawasan.



