Juve Gigit Jari: Harga Kolo Muani Kemahalan, Frattesi Tak Dibutuhkan
Baca dalam 60 detik
- Direktur Juventus Giovanni Carnevali mengakui tuntutan harga PSG untuk Randal Kolo Muani terlalu tinggi dan bisa membuat klub mencari opsi lain.
- Juve enggan membayar 40 juta euro, sementara PSG mulai membuka negosiasi dengan Aston Villa dan Crystal Palace.
- Carnevali menegaskan tidak membutuhkan Davide Frattesi dari Inter, meski pemain tersebut tersedia di pasar dengan harga lebih murah.

Direktur Juventus, Giovanni Carnevali, secara blak-blakan mengakui bahwa negosiasi dengan Paris Saint-Germain untuk mempermanenkan Randal Kolo Muani menemui jalan buntu. Tuntutan finansial Les Parisiens dinilai terlalu tinggi, dan Bianconeri siap mengalihkan bidikan ke pemain lain jika kesepakatan tak kunjung tercapai.
Pernyataan itu disampaikan Carnevali dalam wawancara dengan RAI GR Parlamento, menandai titik terang baru dalam saga transfer yang berlarut-larut sejak Januari 2025. Kolo Muani awalnya mendarat di Turin dengan status pinjaman senilai 3,6 juta euro, yang kemudian diperpanjang hingga Piala Dunia Antarklub Juli 2025. Namun, setelah dipinjamkan ke Tottenham Hotspur, pemain asal Prancis itu kembali ke PSG pada musim panas ini.
Juve dan PSG terus berunding, tetapi jarak harga masih menganga. Klub asal Turin itu menolak memenuhi banderol 40 juta euro yang diminta PSG. Akibatnya, raksasa Ligue 1 itu mulai menjajaki opsi lain, termasuk Aston Villa dan Crystal Palace, yang dikabarkan telah membuka pembicaraan.
Carnevali juga menyoroti kesenjangan finansial antara Serie A dan Premier League. Menurutnya, biaya pemain terus meroket hingga angka yang hampir mustahil dijangkau klub Italia. โPendapatan klub Serie A tidak bisa mengimbangi klub-klub Premier League. Kami perlu menekan biaya dan menjaga keseimbangan ekonomi, yang sulit dicapai. Tidak usah dipungkiri, semua bisa melihat liga kami stagnan di bursa transfer,โ ujarnya.
Di tengah kebuntuan transfer Kolo Muani, muncul nama Davide Frattesi sebagai opsi lebih murah di Serie A. Gelandang Inter itu disebut-sebut tersedia di pasar, tetapi Carnevali dengan tegas menepis rumor ketertarikan. โFrattesi adalah pemain luar biasa yang akan sukses di klub besar mana pun, tetapi kami tidak membutuhkan pemain dengan karakteristik seperti dia,โ tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa prioritas Juve bukanlah gelandang serang, melainkan penyerang murni untuk menggantikan atau melengkapi lini depan. Dengan waktu bursa yang terus berjalan, Juventus harus segera memutuskan: menaikkan tawaran, atau beralih ke target lain yang lebih realistis.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi klub-klub Eropa di luar Premier League dalam bersaing di pasar transfer global. Ketimpangan pendapatan membuat klub seperti Juventus harus lebih kreatif dan realistis, sebuah pelajaran yang relevan bagi perkembangan sepak bola nasional ke depan.



