Zeki Celik Tolak Fiorentina dan Fenerbahce, Perpanjang Kontrak di Roma dengan Gaji Dipotong
Baca dalam 60 detik
- Bek timnas Turki Zeki Celik sepakat perpanjang kontrak di Roma meski gajinya dipotong, menolak tawaran dari Fiorentina dan Fenerbahce.
- Keputusan ini mengikuti jejak Paulo Dybala yang juga menerima pemotongan gaji demi membantu keuangan klub yang baru lolos ke Liga Champions.
- Dengan 151 penampilan bersama Roma, Celik menjadi aset berharga yang dipertahankan di tengah persaingan ketat bursa transfer.

Bek kanan asal Turki, Zeki Celik, memilih bertahan di AS Roma meski gajinya dipangkas, menolak rayuan dari Fiorentina dan Fenerbahce yang mencoba merebutnya sebagai pemain bebas transfer. Keputusan ini diambil setelah kontraknya bersama Giallorossi resmi berakhir pada 30 Juni lalu, membuatnya menjadi incaran sejumlah klub.
Menurut laporan jurnalis Corriere dello Sport, Eleonora Trotta, Celik telah menyetujui perpanjangan kontrak dengan Roma dengan nilai sekitar โฌ3 juta per musimโlebih rendah dari gaji sebelumnya. Langkah ini serupa dengan yang dilakukan Paulo Dybala, yang juga menerima pemotongan pendapatan demi menyesuaikan dengan batasan finansial klub yang baru saja memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Fiorentina dan Fenerbahce disebut-sebut telah mengajukan proposal kepada pemain berusia 29 tahun itu, namun upaya mereka sia-sia. Celik dianggap sebagai pemain serbaguna yang bisa bermain di beberapa posisi di lini belakang, menjadikannya target menarik di bursa transfer. Namun, loyalitasnya kepada Roma dan ambisi klub untuk bersaing di Eropa menjadi faktor penentu.
Celik bergabung dengan Roma pada musim panas 2022 dari Lille dengan biaya transfer โฌ7,4 juta plus 15 persen dari biaya penjualan kembali. Selama tiga musim, ia telah mencatatkan 151 penampilan di semua kompetisi, menyumbang dua gol dan 10 assist. Meski bukan pemain bintang, konsistensinya membuatnya menjadi bagian penting dalam skema pelatih.
Keputusan Celik untuk tetap di Roma juga mencerminkan tren di sepak bola Italia, di mana klub-klub besar mulai menerapkan kebijakan penghematan gaji untuk menjaga stabilitas keuangan. Bagi Roma, mempertahankan pemain seperti Celik tanpa biaya transfer adalah langkah cerdas, terutama setelah mereka mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad di bursa transfer sebelumnya.
Dari sudut pandang Indonesia, berita ini relevan bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan pemain Turki di Eropa. Celik, yang merupakan bagian dari generasi emas Turki, menjadi contoh bagaimana pemain bisa bertahan di klub besar meski harus berkorban secara finansial. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pemain Indonesia yang bermain di luar negeri untuk tidak selalu mengejar gaji tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas karier dan prestasi tim.
Ke depannya, Roma akan menghadapi tantangan berat di Liga Champions dan Serie A. Dengan skuad yang mulai stabil secara finansial, mampukah mereka bersaing dengan raksasa Italia seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan? Keputusan Celik untuk bertahan bisa menjadi sinyal positif bahwa para pemain percaya pada proyek jangka panjang klub.



