Kapten Wales Dewi Lake Dipastikan Absen Lawan Afrika Selatan, Jac Morgan Siap Pimpin Tim
Baca dalam 60 detik
- Dewi Lake mengalami cedera pangkal paha dan dipastikan absen pada laga Nations Championship melawan Afrika Selatan.
- Ryan Elias akan menjadi hooker starter, sementara Elliot Dee dipanggil sebagai pelapis dari Dragons.
- Jac Morgan dipercaya memimpin Wales untuk kali pertama musim ini setelah menggantikan Lake saat melawan Argentina.

Kapten tim nasional Wales, Dewi Lake, dipastikan absen pada pertandingan Nations Championship melawan Afrika Selatan akhir pekan ini akibat cedera pangkal paha. Cedera tersebut membuatnya tidak bisa memperkuat tim saat bertandang ke Kings Park, Durban, Sabtu (13/7) mendatang.
Ryan Elias diperkirakan akan mengisi posisi hooker starter untuk pertama kalinya sejak putaran pembuka Six Nations 2024 melawan Skotlandia. Sementara itu, Elliot Dee dari Dragons bersiap terbang ke Durban sebagai pelapis. Kehadiran Dee memberikan opsi pengalaman di lini depan Wales.
Jac Morgan, yang sebelumnya mengambil alih ban kapten setelah Lake ditarik keluar saat kekalahan 35-21 dari Argentina, kini dipastikan memimpin tim. Ini akan menjadi kali pertama musim ini Morgan memegang tanggung jawab sebagai kapten sejak awal pertandingan.
Pelatih Steve Tandy untuk pertama kalinya harus merombak starting line-up tanpa Lake, yang telah menjadi pilihan utama di semua 11 pertandingan sejak Tandy mengambil alih tahun lalu. Keputusan ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Wales akan berhadapan dengan juara dunia bertahan.
Di sisi lain, Afrika Selatan dipastikan melakukan rotasi besar-besaran dengan memberikan debut kepada empat pemain baru. Pelatih Rassie Erasmus memanfaatkan laga ini untuk menguji kedalaman skuad menjelang musim kompetisi. Bagi Wales, pertandingan ini menjadi ujian berat setelah performa buruk di laga sebelumnya.
Kekalahan telak 73-0 dari Springboks pada November lalu masih membekas. Ditambah lagi, Wales kini terpuruk di peringkat 12 dunia, posisi terendah dalam sejarah mereka. Pertandingan ini menjadi momentum untuk membuktikan diri bahwa tim mampu bangkit.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim yang sedang dalam masa transisi berusaha bangkit melawan raksasa. Selain itu, gaya permainan fisik Afrika Selatan sering menjadi tolok ukur bagi tim-tim Asia Tenggara yang mulai mengembangkan olahraga ini.
Pertanyaan besarnya: mampukah Wales memberikan perlawanan sengit atau justru kembali menelan kekalahan telak? Jawabannya akan terlihat di Kings Park akhir pekan ini.



