Penumpang Freddie Flintoff saat Kecelakaan Top Gear Gugat BBC Studios
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Paul Rees menuntut kompensasi hingga ยฃ150.000 atas cedera yang diderita saat menjadi instruktur dalam kecelakaan Freddie Flintoff.
- BBC Studios membantah tuntutan dan menyebut Rees tidak mengeluhkan cedera pasca-insiden, bahkan menuding instruksinya yang keliru sebagai penyebab kecelakaan.
- Kasus ini membuka kembali perdebatan soal keselamatan produksi acara berbahaya di era tuntutan konten yang semakin ekstrem.

Kecelakaan mengerikan yang menimpa pembawa acara Top Gear Freddie Flintoff pada 2022 kembali menyeret nama BBC Studios ke meja hijau. Kali ini, bukan Flintoff yang menggugat, melainkan Paul Rees, pembalap profesional yang duduk di kursi penumpang saat insiden terjadi. Rees menuntut ganti rugi hingga ยฃ150.000 atas cedera pribadi yang ia alami dalam peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Flintoff itu.
Dokumen pengadilan yang dilihat BBC mengungkapkan bahwa Rees, 41 tahun, hadir bukan sekadar penumpang, melainkan sebagai instruktur yang ditugasi melatih Flintoff mengoperasikan kendaraan roda tiga Morgan secara aman. Kecelakaan terjadi saat syuting episode Top Gear pada Desember 2022, ketika mobil yang dikemudikan Flintoff terbalik di sirkuit. Flintoff menderita cedera serius di wajah dan tulang rusuk, sementara Rees kini mengklaim mengalami cedera yang belum diungkap detailnya.
BBC Studios, selaku rumah produksi, membantah keras tuntutan tersebut. Dalam tanggapan hukumnya, mereka mengklaim bahwa Rees tidak pernah mengeluhkan cedera apa pun baik saat kejadian maupun setelahnya. Lebih jauh, BBC Studios justru menuding instruksi yang diberikan Rees sebagai penyebab langsung kecelakaan. Menurut dokumen, saat melintasi tikungan yang sama, Rees memerintahkan Flintoff, "Belok kanan sekarang. Gas penuh, gas penuh." Roda depan mobil terangkat, dan karena pengemudi terus menekan gas sesuai instruksi, kendaraan pun terguling.
Kronologi yang terungkap juga menyebutkan bahwa Flintoff sempat menyuarakan kekhawatiran ketika roda depan mobil terangkat di tikungan sebelumnya. Namun, Rees meyakinkannya bahwa mobil tidak bisa terguling. Fakta ini menjadi bumerang bagi klaim Rees, karena menunjukkan bahwa ia justru mengabaikan tanda bahaya. Di sisi lain, BBC Studios menegaskan bahwa mereka tidak lalai seperti yang dituduhkan, dan kasus ini kini sepenuhnya berada di ranah pengadilan.
Bagi industri hiburan, kasus ini menyoroti praktik keselamatan di balik produksi acara berbahaya. Top Gear sendiri sempat dihentikan sementara setelah kecelakaan Flintoff, dan sang pembawa acara mencapai kesepakatan kompensasi dengan BBC beberapa bulan kemudian. Dalam dokumenter Disney+ yang dirilis tahun lalu, Flintoff mengaku "beruntung masih hidup" dan menyebut dirinya hanya "komoditas, seonggok daging" yang didorong untuk melakukan aksi semakin ekstrem demi rating.
Di Indonesia, kasus ini relevan mengingat maraknya produksi konten petualangan dan reality show yang kerap mengabaikan standar keselamatan. Otoritas penyiaran nasional mungkin perlu meninjau ulang regulasi tentang stunt dan adegan berbahaya di televisi, terutama setelah sejumlah insiden serupa terjadi di dalam negeri. Pertanyaan yang mengemuka: apakah kejar-kejaran tayangan sensasional sepadan dengan risiko nyawa manusia?



