Frank Ferrer Bela Axl Rose: Bukan Sosok Menakutkan, Tapi Pria Baik Hati
Baca dalam 60 detik
- Mantan drummer Guns N' Roses, Frank Ferrer, membantah citra buruk Axl Rose sebagai sosok galak dan menakutkan.
- Ferrer mengungkap sisi lain Axl yang peduli, humoris, dan perfeksionis di balik panggung.
- Pernyataan ini muncul setelah Ferrer hengkang secara baik-baik dari band pada Maret 2025.

Frank Ferrer, mantan drummer Guns N' Roses yang menjadi personel terlama di balik kit drum band tersebut, angkat bicara membela rekan setimnya, Axl Rose. Dalam wawancara dengan Rolling Stone, Ferrer menepis anggapan publik bahwa vokalis berusia 63 tahun itu adalah sosok yang menakutkan dan kejam.
โSaya pikir dunia menganggap dia pria yang menakutkan dan jahat. Padahal, dia justru sebaliknya,โ ujar Ferrer, yang bergabung dengan Guns N' Roses pada 2006 dan bertahan hingga awal 2025. Menurutnya, reputasi buruk Axl lahir dari sikapnya yang tidak mentolerir kebodohanโsifat yang kerap membuat orang lain tersinggung. Namun di balik itu, Axl adalah pribadi yang murah hati, lucu, dan selalu khawatir terhadap kondisi anggota bandnya.
Ferrer mencontohkan kebiasaan Axl yang kerap menanyakan kabar satu per satu personel, termasuk dirinya. โDia selalu bertanya, 'Hei, Frank, kamu baik-baik saja?' Saya jawab, 'Baik-baik saja.' Lalu dia bilang, 'Oh, oke, keren.' Itu terjadi terus-menerus,โ kenang Ferrer. Ia berharap publik bisa mengenal Axl seperti dirinya mengenal: seorang musisi hebat, penyanyi ulung, dan pada dasarnya pria baik.
Lebih lanjut, Ferrer memuji dedikasi Axl terhadap pertunjukan langsung. Menurutnya, Axl selalu tampil maksimal meski di bawah tekanan besar. โDia keluar dan bekerja keras, berusaha membuat semuanya terdengar hebat setiap malam. Dia seperti berubah menjadi Hulk di atas panggung,โ kata Ferrer. Semangat Axl, lanjutnya, menular ke seluruh personel dan memaksa mereka untuk bangkit dan memberikan yang terbaik.
Pernyataan Ferrer ini menjadi penyeimbang dari citra kontroversial Axl yang selama ini dikenal melalui berbagai insiden di masa lalu, mulai dari keterlambatan konser hingga konflik dengan personel lain. Namun, Ferrer menegaskan bahwa di balik panggung, Axl adalah pemimpin yang peduli dan perfeksionis. โSaya berharap mereka bisa mengenalnya seperti saya mengenalnya. Itulah satu-satunya cara saya mengatakannya. Dia musisi hebat, penyanyi hebat, dan yang terpenting, dia pria yang baik,โ tutup Ferrer.
Kepergian Ferrer dari Guns N' Roses pada Maret 2025 lalu disebut-sebut terjadi secara baik-baik. Sejak hengkang, Ferrer mengaku bisa lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, meski tetap berusaha sibuk dengan aktivitas lain. โIni 50-50, bagaimana saya mengatakannya?โ ujarnya. Bagi penggemar musik rock di Indonesia, pengakuan Ferrer ini memberikan perspektif baru tentang dinamika internal salah satu band legendaris dunia, sekaligus mengingatkan bahwa citra publik seringkali tidak mencerminkan keseluruhan kepribadian seseorang.



