Messi Akhirnya Hadapi Inggris: Duel yang Tertunda Lebih dari Dua Dekade
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi akan menjalani laga pertama melawan Inggris dalam karier internasionalnya saat Argentina bertemu di semifinal Piala Dunia.
- Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan sejarah rivalitas panjang, dan Messi menjadi pusat perhatian setelah melewatkan pertemuan sebelumnya akibat kartu merah.
- Duel ini dinilai sebagai ujian besar bagi Argentina yang harus mengatasi kelelahan setelah tiga laga knockout dramatis.

Lionel Messi akhirnya akan merasakan bentrok dengan Inggris di ajang resmi, setelah lebih dari dua dekade karier internasionalnya tidak pernah bersua dengan tim berjuluk Three Lions tersebut. Pertemuan itu akan terjadi pada laga semifinal Piala Dunia di Atlanta, Rabu (12/7) waktu setempat, yang oleh Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) disebut sebagai "pertandingan yang takdir berutang kepada Messi."
Megabintang berusia 39 tahun itu telah menghadapi hampir semua negara peraih Piala Dunia—Brasil, Uruguay, Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis—namun Inggris selalu luput. Satu-satunya kesempatan terdekat adalah laga persahabatan di Jenewa pada November 2005, saat Argentina kalah 3-2. Saat itu Messi absen karena menjalani skorsing setelah kartu merah pada debut internasionalnya melawan Hungaria beberapa bulan sebelumnya.
Kini, Messi mengaku antusias menghadapi tantangan baru. "Ini spesial karena mereka tim hebat, raksasa, dan selalu menyenangkan memainkan laga seperti ini," ujarnya usai Argentina menyingkirkan Swiss 3-1 di perempat final. Namun ia juga mengingatkan soal kondisi fisik: "Kami perlu istirahat karena banyak kelelahan, dan harus tiba dalam kondisi terbaik untuk terus bersaing."
Perjalanan Argentina menuju semifinal tidak mudah. Mereka harus melalui tiga laga knockout yang menegangkan, termasuk comeback dramatis melawan Mesir di babak 16 besar setelah tertinggal 2-0 hingga menit ke-79. Messi sendiri baru memberikan assist untuk gol pembuka Alexis Mac Allister ke gawang Swiss, menandai pertama kalinya sejak Piala Dunia 2022 ia tidak mencetak gol dalam satu pertandingan.
Dari sisi taktik, Inggris diunggulkan dalam hal kecepatan dan stamina. Namun, seperti dikatakan analis BBC Micah Richards, "Inggris bisa berlari lebih cepat, tapi mereka punya si jenius kecil Messi. Semua pemain Argentina bermain untuknya. Menjaganya mustahil karena ia tidak berlari mundur." Richards menambahkan bahwa Messi menjadi pembeda yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Bagi publik Indonesia, duel ini menarik karena kedua tim memiliki basis penggemar besar di tanah air. Argentina identik dengan gaya bermain atraktif ala Maradona dan Messi, sementara Inggris dikenal dengan Liga Premier yang digemari banyak penggemar sepak bola Indonesia. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Argentina setelah kegagalan di Piala Dunia 2018 dan 2022—meski di Qatar mereka juara, namun tidak bertemu Inggris.
Rivalitas Argentina vs Inggris sendiri sarat muatan sejarah, mulai dari Perang Falkland hingga duel legendaris Maradona dengan "Tangan Tuhan" di Piala Dunia 1986. Kini, Messi berpeluang menulis babak baru dalam rivalitas tersebut. Pertanyaannya, mampukah ia membawa Argentina ke final dan sekaligus menuntaskan "hutang" pertemuan yang telah lama dinanti?



