Kebakaran Pabrik Plastik di Tangerang, 35 Personel Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Api melalap pabrik pengolahan limbah plastik di Sukadiri, Tangerang, Senin pagi, memicu kepanikan puluhan pekerja.
- Tujuh unit mobil pemadam dan 35 personel dikerahkan; api berhasil dijinakkan dalam dua jam berkat sumber air yang dekat.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki polisi, belum ada korban jiwa atau taksiran kerugian material.

Kebakaran hebat melanda pabrik pengolahan karung bekas menjadi biji plastik di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (13/7) pagi. Kobaran api yang cepat membesar memaksa puluhan pekerja berhamburan menyelamatkan diri, sementara tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, api pertama kali terlihat sekitar pukul 06.00 WIB di area tumpukan karung bekas yang menjadi bahan baku utama pabrik. Material plastik yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke sebagian bangunan produksi, menimbulkan kepanikan di kalangan karyawan yang baru memulai shift pagi.
Komandan Pos Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Tangerang, Syafrullah, mengungkapkan bahwa saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan membakar area produksi. "Yang terbakar itu pabrik pengolahan limbah plastik dan karung. Titik api awalnya ada di tumpukan karung yang ada di dalam pabrik," ujarnya di lokasi kejadian. Beruntung, petugas berhasil melokalisasi kobaran api sehingga tidak merambat ke bangunan pabrik lain di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung relatif lancar berkat lokasi pabrik yang dekat dengan sumber air. Syafrullah menjelaskan, suplai air untuk armada pemadam tetap terpenuhi selama operasi, sehingga api dapat dikendalikan dalam waktu sekitar dua jam. "Alhamdulillah sumber air dekat dengan lokasi sehingga proses pemadaman berjalan lancar. Saat ini petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa," katanya.
Hingga pukul 09.00 WIB, proses pendinginan masih berlangsung untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara api. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun taksiran nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut. Pabrik yang memproses karung bekas menjadi biji plastik ini merupakan salah satu unit usaha daur ulang yang beroperasi di kawasan industri kecil di Sukadiri.
Kejadian ini kembali menyoroti risiko kebakaran di pabrik pengolahan limbah plastik yang kerap menyimpan material mudah terbakar dalam jumlah besar. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah standar keselamatan kebakaran di pabrik-pabrik serupa sudah diterapkan secara ketat, mengingat potensi bahaya yang tinggi. Investigasi polisi diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran dan menjadi bahan evaluasi bagi pengawasan industri daur ulang di Indonesia.



