Manu Kone, ‘Fabinho Era Baru’ yang Diburu Liverpool di Tengah Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mengincar gelandang Roma, Manu Kone, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026 dengan akurasi operan 93% dan 5,5 bola recovered per laga.
- Gaya bermain Kone dinilai mirip Fabinho saat membawa Liverpool juara Premier League 2019/20, menjadi kunci lini tengah yang dibutuhkan pelatih Andoni Iraola.
- Persaingan dengan Manchester United dan banderol £50 juta menjadi tantangan utama Liverpool dalam merekrut pemain berjuluk 'monstrous box-to-box midfielder' ini.

Liverpool kembali mengincar gelandang bertahan kelas dunia di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026. Target terbaru The Reds adalah Manu Kone, gelandang Roma asal Prancis yang performanya di turnamen empat tahunan itu disebut-sebut mengingatkan pada masa kejayaan Fabinho di Anfield.
Menurut laporan jurnalis Wilson Cox, Liverpool telah menunjukkan minat serius terhadap Kone, namun harus bersaing dengan Manchester United yang juga menginginkan jasanya. Negosiasi personal terms disebut tidak akan menjadi kendala, tetapi harga yang diminta Roma masih menjadi tanda tanya besar. Sebelumnya, pemain berusia 25 tahun itu dinilai sekitar £50 juta.
Ketertarikan Liverpool bukan tanpa alasan. Di bawah pelatih anyar Andoni Iraola, The Reds membutuhkan gelandang bertahan yang mampu menjadi penghancur permainan lawan sekaligus membangun serangan dari lini tengah. Peran itu dulu diisi Fabinho saat Liverpool menjuarai Premier League 2019/20 di bawah Jürgen Klopp. Fabinho saat itu mencatat 2,7 tekel sukses per 90 menit dan akurasi umpan 87%.
Statistik Kone di Piala Dunia 2026 menunjukkan kualitas yang tak kalah mentereng. Ia mencatat akurasi umpan 93% dan akurasi umpan jauh 83%, angka yang menempatkannya dalam 10% gelandang terbaik turnamen. Tanpa bola, ia memenangkan 4,5 duel darat dan melakukan 5,5 bola recovered per 90 menit. Mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand, bahkan menyebutnya sebagai "gelandang terbaik Prancis" di turnamen ini.
Scout Jacek Kulig menjuluki Kone sebagai "monstrous box-to-box midfielder" berkat kemampuannya bermain di kedua sisi lapangan. Gaya bermainnya yang agresif dalam merebut bola dan tenang dalam membangun serangan dinilai cocok dengan formasi 4-2-3-1 andalan Iraola. Liverpool sendiri telah menghabiskan lebih dari £450 juta di bursa transfer musim panas lalu untuk memperkuat skuad, dan kedatangan Iraola diprediksi akan memicu belanja besar lagi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Liverpool terhadap Kone menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan Piala Dunia sebagai ajang pembuktian pemain. Kone, yang sebelumnya tidak terlalu menonjol di Roma, kini menjadi rebutan dua raksasa Premier League. Jika Liverpool berhasil mendapatkannya, Kone bisa menjadi fondasi lini tengah The Reds untuk musim-musim mendatang, menggantikan peran yang ditinggalkan Fabinho.
Namun, persaingan dengan Manchester United dan harga yang mungkin melambung akibat performa impresif di Piala Dunia menjadi batu sandungan. Akankah Liverpool berhasil mengamankan tanda tangan pemain yang disebut-sebut sebagai 'Fabinho baru' ini? Atau justru United yang akan membajak transfer tersebut? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah lini tengah kedua klub musim depan.



