Nippon Paint Ajukan Tawaran €7,5 Miliar untuk Bisnis Cat Dekoratif AkzoNobel
Baca dalam 60 detik
- Nippon Paint mengajukan tawaran €7,5 miliar untuk mengakuisisi unit cat dekoratif AkzoNobel, menyusul penolakan atas upaya pengambilalihan perusahaan secara penuh.
- AkzoNobel lebih memilih merger dengan Axalta, yang diyakini dapat menghemat biaya hingga $600 juta dan lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi.
- Langkah ini mencerminkan konsolidasi industri cat global yang dipicu oleh kenaikan biaya, persaingan ketat, dan ketidakpastian tarif AS.

Nippon Paint kembali melancarkan manuver akuisisi di industri cat global dengan menawarkan €7,5 miliar (sekitar $8,55 miliar) untuk membeli unit bisnis cat dekoratif milik AkzoNobel, produsen merek Dulux. Tawaran ini diajukan sebulan setelah Nippon Paint dan mitranya, Sherwin-Williams asal Amerika Serikat, gagal mengakuisisi seluruh saham AkzoNobel senilai €12,5 miliar pada Mei lalu.
Menurut pernyataan resmi Nippon Paint pada Senin (13/7), tawaran tersebut belum mendapatkan respons dari AkzoNobel. Perusahaan asal Jepang itu bahkan mengaku telah mengajukan beberapa proposal dalam sebulan terakhir, namun manajemen AkzoNobel tidak melibatkan pemegang saham maupun menanggapi tawaran terbaru yang diajukan pekan sebelumnya. Bloomberg News pertama kali melaporkan pendekatan ini pada Minggu, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Penolakan AkzoNobel terhadap tawaran awal pada Mei didasari penilaian bahwa nilai yang ditawarkan terlalu rendah, ketidakpastian izin regulasi, serta rencana pembagian aset antara dua pihak yang dianggap rumit. Sebagai gantinya, AkzoNobel memilih untuk melanjutkan rencana merger dengan Axalta, produsen pelapis asal AS. Langkah ini dinilai lebih strategis karena dapat menghasilkan penghematan biaya hingga $600 juta dan memungkinkan perusahaan fokus pada bisnis pelapis yang lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi.
Konsolidasi di industri cat global semakin masif didorong oleh tekanan biaya produksi yang meningkat, persaingan harga yang ketat, serta ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor yang diterapkan pemerintahan Trump. Para produsen cat berlomba menciptakan skala ekonomi melalui merger dan akuisisi untuk mempertahankan margin keuntungan. Langkah Nippon Paint yang hanya membidik unit cat dekoratif—bukan seluruh perusahaan—menunjukkan strategi fokus pada segmen yang lebih terkait dengan konsumen ritel, berbeda dengan pendekatan AkzoNobel yang lebih condong ke pelapis industri.
Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini patut dicermati mengingat kehadiran merek Dulux yang cukup kuat di pasar cat tanah air. Jika akuisisi Nippon Paint terhadap unit dekoratif AkzoNobel terealisasi, persaingan di segmen cat tembok dan cat rumah tangga bisa berubah, terutama dengan dominasi pemain lokal seperti Avian Brands dan Mowilex. Belum lagi potensi pergeseran strategi distribusi dan harga yang mungkin menyertai perubahan kepemilikan. Namun, dengan masih adanya hambatan regulasi dan jadwal voting merger AkzoNobel-Axalta pada awal Agustus, kepastian transaksi ini masih jauh dari kata final.
Ke depan, pertanyaan terbesar adalah apakah AkzoNobel akan tetap pada jalur merger dengan Axalta atau justru membuka kembali negosiasi dengan Nippon Paint mengingat tawaran yang lebih terfokus. Sementara itu, investor dan pelaku industri akan mengawasi rapat pemegang saham pada 5 Agustus sebagai penentu arah strategi salah satu raksasa cat dunia.



