Diamondbacks Sapu Bersih Dodgers, Ohtani Cetak Homerun ke-22
Baca dalam 60 detik
- Arizona Diamondbacks menaklukkan Los Angeles Dodgers 5-3 dalam laga terakhir sebelum All-Star break, menyelesaikan sapu bersih tiga pertandingan.
- Shohei Ohtani mencetak homerun ke-22 musim ini, namun performa buruk Dodgers dengan sembilan error dalam lima laga terakhir menjadi faktor penentu kekalahan.
- Kemenangan ini membawa Diamondbacks ke rekor 49-47, sementara Dodgers tetap memuncaki klasemen dengan rekor 61-36.

Arizona Diamondbacks berhasil membungkam Los Angeles Dodgers dengan skor 5-3 pada pertandingan Minggu (13/7) di Dodger Stadium, menyelesaikan sapu bersih tiga pertandingan menjelang jeda All-Star. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Diamondbacks dalam sapu bersih tandang melawan Dodgers sejak September 2017.
Ildemaro Vargas menjadi pahlawan dengan pukulan single penentu di inning keenam, setelah sebelumnya Diamondbacks tertinggal 0-3. Meskipun Shohei Ohtani mencetak homerun ke-22 musim iniโsekaligus homerun pembuka inning kesembilannya musim iniโDodgers harus mengakui keunggulan tim tamu. Ohtani, yang musim ini mencatat rata-rata pukulan 0,293 dengan 22 homerun dan 58 RBI, memutuskan untuk melewatkan All-Star Game demi menjalani perawatan pada lutut kirinya.
Pertandingan ini menyoroti kelemahan pertahanan Dodgers yang terus berlanjut. Tim tuan rumah melakukan dua error tambahan, menjadikan total sembilan error dalam lima pertandingan terakhir. Andy Pages, pemain tengah Dodgers, gagal menangkap bola terbang Tim Tawa di inning kelima, yang berujung pada dua run bagi Diamondbacks. Manajer Dodgers, Dave Roberts, mengakui bahwa kesalahan defensif menjadi masalah serius yang harus segera diperbaiki.
Di sisi lain, Diamondbacks menunjukkan kebangkitan setelah melalui awal musim yang berat. Dengan rekor 49-47, mereka kini berada 11,5 game di belakang Dodgers di klasemen Wilayah Barat Liga Nasional. Namun, kemenangan beruntun empat pertandingan ini memberikan momentum positif menjelang paruh kedua musim. Nolan Arenado, yang mencetak satu run dan satu RBI, menegaskan bahwa timnya mulai menemukan ritme permainan.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, pertandingan ini memberikan gambaran tentang dominasi Dodgers yang mulai goyah. Meskipun Dodgers masih memegang rekor terbaik MLB (61-36), inkonsistensi pertahanan mereka bisa menjadi celah bagi tim lain di postseason. Sementara itu, performa Ohtani yang luar biasa sebagai pitcher dan pemukul terus menjadi sorotan, meskipun ia harus absen di All-Star Game karena cedera.
Pertandingan ini juga menandai debut starter darurat Mitch Bratt bagi Diamondbacks, yang menggantikan Zac Gallen yang cedera. Bratt hanya bertahan tiga inning, kebobolan tiga run, namun bullpen Arizona tampil solid dengan Ryan Thompson (4-2) dan Paul Sewald yang menutup inning kesembilan tanpa kebobolan. Sewald kini memiliki 22 save dari 23 kesempatan, menunjukkan keandalan di momen krusial.
Ke depan, Dodgers harus segera membenahi pertahanan mereka jika ingin mempertahankan gelar juara bertahan. Sementara Diamondbacks, dengan semangat baru, berpotensi menjadi ancaman di paruh kedua musim. Mampukah mereka mengejar ketertinggalan 11,5 game? Atau justru Dodgers akan kembali mendominasi seperti sebelumnya?



