Marlins Rebut Slugger Jepang Rintaro Sasaki di Posisi Kedelapan MLB Draft
Baca dalam 60 detik
- Miami Marlins memilih pemukul Jepang Rintaro Sasaki di putaran pertama MLB Draft, menambah daftar talenta Asia di liga utama.
- Sasaki, yang juga menjadi pilihan utama SoftBank Hawks di draft NPB 2025, kini dihadapkan pada tiga opsi karier: MLB, NPB, atau kembali ke kampus.
- Rekor 140 home run di sekolah menengah atas membuatnya dijuluki 'pemukul alami' dan menarik perhatian dua liga profesional sekaligus.

Miami Marlins resmi mengamankan jasa slugger asal Jepang, Rintaro Sasaki, sebagai pilihan kedelapan dalam Major League Baseball Draft yang digelar Minggu lalu di Philadelphia. Langkah ini menandai babak baru bagi pemain berusia 21 tahun yang sebelumnya juga menjadi primadona di Nippon Professional Baseball (NPB).
Sasaki, yang kini berseragam Stanford University, bukanlah nama asing di dunia bisbol. Ia menorehkan rekor 140 home run selama masa sekolah menengah atas di Jepangโangka yang disebut-sebut sebagai rekor nasional. Tak heran, SoftBank Hawks pun telah menunjuknya sebagai pilihan utama dalam draft NPB 2025. Kini, Sasaki berada di persimpangan jalan: memulai karier profesional bersama Marlins di Amerika, bergabung dengan Hawks di Liga Pasifik Jepang, atau kembali ke Stanford untuk satu tahun lagi.
Fenomena Sasaki mengingatkan pada jejak Shohei Ohtani dan Yusei Kikuchi, dua bintang MLB yang juga berasal dari Prefektur Iwate. Menariknya, ayah Sasaki pernah menjadi pelatih keduanya di sekolah menengah. Ikatan ini memperkuat dugaan bahwa Sasaki memiliki fondasi teknis dan mental yang kokoh untuk bersaing di level tertinggi.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan semakin terbukanya jalur bagi pemain Asia untuk menembus liga utama Amerika. Jika Sasaki memilih Marlins, ia akan bergabung dengan deretan pemain Jepang yang sukses di MLB, seperti Ohtani dan Kikuchi. Namun, jika ia memilih Hawks, ia akan menjadi bintang lokal yang bisa memperkuat popularitas NPB di kawasan Asia Tenggara.
Menurut analis bisbol, keputusan Sasaki tidak hanya soal uang atau prestise. โIni tentang kesiapan mental dan fisik. MLB menawarkan persaingan paling ketat, sementara NPB memberikan lingkungan yang lebih familiar. Pilihan ketiga, kembali ke kampus, bisa menjadi batu loncatan untuk meningkatkan nilai tawarnya di masa depan,โ ujar seorang pengamat olahraga yang enggan disebut namanya.
Ke depan, publik menanti langkah Sasaki dalam beberapa pekan mendatang. Apakah ia akan mengikuti jejak Ohtani yang memulai di MLB langsung, atau memilih jalur tradisional Jepang seperti yang dilakukan Kikuchi? Satu hal pasti: nama Rintaro Sasaki akan terus menjadi sorotan, baik di Amerika maupun Jepang.



