Prancis Tak Gentar Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia: Rasa Hormat, Bukan Takut
Baca dalam 60 detik
- Prancis mengaku tidak takut menghadapi Spanyol di semifinal Piala Dunia, tetapi tetap waspada terhadap kualitas lini belakang lawan yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
- Bek Prancis Ibrahima Konate dan Maxence Lacroix menekankan pentingnya fokus dan kerja tim untuk meredam ancaman pemain sayap Spanyol, Lamine Yamal.
- Pertandingan ini menjadi ujian bagi ambisi Prancis mencapai final kelima dalam tujuh edisi terakhir Piala Dunia, sekaligus menyamai rekor Jerman Barat.

Prancis tidak gentar menghadapi Spanyol pada laga semifinal Piala Dunia, Selasa (15/7) waktu setempat, meski sadar betul kualitas lawan yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Bek tengah Ibrahima Konate menegaskan bahwa rasa hormat terhadap kekuatan Spanyol tidak lantas membuat timnya ciut.
"Kami tidak takut pada siapa pun," ujar Konate dalam konferensi pers, Minggu (13/7). "Spanyol adalah tim luar biasa dengan kualitas individu yang tinggi. Kami tidak akan terpaku pada satu pemain, meski Lamine (Yamal) adalah pemain hebat."
Prancis, yang menjadi juara pada 2018 dan finalis pada edisi sebelumnya, sudah sering bertemu Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kalah dari La Furia Roja di semifinal Euro 2024 dan juga di semifinal Nations League musim lalu. Rekor ini menjadi pengingat bahwa Spanyol bukan lawan yang bisa diremehkan.
Bek Prancis lainnya, Maxence Lacroix, menambahkan bahwa timnya tidak boleh lengah. "Saya tidak akan menyebutnya takut, tapi kami sadar akan kualitas mereka. Mereka memenangkan semua pertandingan (kecuali imbang 0-0 melawan Cape Verde), jadi kami menghormati mereka. Tapi kami ingin menang," tegasnya.
Lacroix secara khusus menyoroti peran Lamine Yamal yang kerap merepotkan pertahanan lawan. "Dia pemain sangat bagus dan sudah menunjukkan kemampuannya melukai tim-tim di Piala Dunia ini. Kami akan melakukan pekerjaan yang diperlukan," ujarnya.
Di sisi taktik, Prancis mengandalkan duet bek tengah Dayot Upamecano dan William Saliba yang menjadi pilihan utama. Keduanya diharapkan mampu meredam serangan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan sayap. Sementara itu, lini belakang Spanyol yang nyaris sempurna menjadi tantangan tersendiri bagi lini serang Prancis yang diisi nama-nama seperti Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena mempertemukan dua raksasa Eropa dengan gaya bermain kontras. Spanyol dengan tiki-taka khasnya, sementara Prancis mengandalkan transisi cepat dan kekuatan fisik. Pertandingan ini bisa menjadi tontonan kelas dunia yang layak dinantikan.
Konate menekankan bahwa timnya tetap rendah hati dan tidak terlena dengan status favorit. "Kami tetap rendah hati, tidak akan jatuh ke dalam perangkap itu," katanya. Pertanyaan besarnya: mampukah Prancis memecah kebuntuan melawan pertahanan terbaik turnamen ini, atau Spanyol akan kembali menunjukkan dominasinya?



