Wales Tersungkur di Kandang Argentina: Pukulan Realitas bagi Kebangkitan Singa Merah
Baca dalam 60 detik
- Wales harus mengakui keunggulan Argentina 35-21 dalam laga Nations Championship, menghentikan laju tiga kemenangan beruntun mereka.
- Rhys Carre mencetak try kelima dalam enam penampilan, namun mengakui timnya tampil di bawah standar dan mendapat pelajaran berharga.
- Perjalanan panjang menuju Afrika Selatan menjadi ujian berikutnya bagi Wales yang tengah membangun kembali performa.

Kekalahan 35-21 dari Argentina di San Juan, Sabtu (17/7) lalu, menjadi tamparan keras bagi Wales yang tengah menikmati momentum kebangkitan. Setelah meraih tiga kemenangan beruntun—melawan Italia, Fiji, dan Barbarians—tim asuhan Steve Tandy harus mengakui superioritas Pumas yang tampil garang di hadapan pendukungnya sendiri.
Bagi Wales, laga ini adalah ujian sesungguhnya setelah serangkaian pertandingan melawan tim non-unggulan. Argentina, yang pekan sebelumnya takluk dari Skotlandia, bangkit dengan performa agresif. "Mereka tampil lebih baik dibanding pekan lalu, sementara kami justru menurun dibanding saat melawan Fiji. Ini jelas mengecewakan," ujar Rhys Carre, pilar kiri yang menjadi salah satu pemain paling menonjol bagi Wales.
Carre, yang kini membela Saracens, kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak try kelima dalam enam penampilan terakhirnya bersama Wales. Ia menerobos dari fase kedua hasil tendangan cepat di area 22 meter lawan. Sebelumnya, ia juga mencetak try spektakuler dari jarak jauh saat melawan Irlandia di Dublin, serta dua try lainnya dari skema pelanggaran di ajang Six Nations melawan Prancis dan Skotlandia.
Namun, di balik gemilangnya performa individu Carre, ia mengakui bahwa timnya secara kolektif belum tampil maksimal. "Argentina adalah tim hebat. Jika Anda tidak tampil 100 persen, mereka akan menghukum Anda," tambahnya. Kekalahan ini mengakhiri tren positif Wales yang sempat menimbulkan optimisme setelah masa suram di bawah Warren Gatland. Carre sendiri menjadi salah satu pemain yang kembali bersinar setelah sempat tersisih di era Gatland.
Kekalahan ini juga menjadi pengingat bahwa jalan Wales menuju papan atas rugby dunia masih panjang. Setelah menjalani perjalanan melelahkan dari Cardiff ke San Juan, skuad Wales kini bersiap menuju Durban untuk menghadapi Afrika Selatan, tim peringkat satu dunia, pada 18 Juli mendatang. "Perjalanan bukanlah alasan. Mereka adalah tim terbaik di dunia, dan kami akan memberikan segalanya," tegas Carre.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini menyajikan tontonan menarik tentang bagaimana tim kelas menengah seperti Wales berusaha menembus dominasi raksasa Selatan. Pertandingan melawan Springboks akan menjadi indikator sejauh mana perkembangan Wales di bawah Tandy. Mampukah mereka bangkit kembali, atau justru akan kembali terpuruk?



