Yui Kamiji Ukir Sejarah: Petenis Kursi Roda Jepang Sabet Gelar Wimbledon dan Golden Slam
Baca dalam 60 detik
- Yui Kamiji menjadi petenis kursi roda Jepang pertama yang meraih Golden Slam karier setelah menaklukkan Diede de Groot di final Wimbledon.
- Kemenangan straight set 6-0, 6-0 melengkapi koleksi empat gelar Grand Slam dan emas Paralimpiade Paris 2024.
- Prestasi ini menempatkan Kamiji sejajar dengan legenda seperti Shingo Kunieda dan Tokito Oda di tenis kursi roda putra.

Yui Kamiji, unggulan teratas asal Jepang, menorehkan namanya dalam buku sejarah tenis kursi roda pada Sabtu (12/7) setelah mengalahkan Diede de Groot dari Belanda dengan skor telak 6-0, 6-0 di final tunggal putri Wimbledon. Kemenangan ini bukan sekadar gelar Grand Slam keempatnya, melainkan juga menyempurnakan koleksi prestasi puncaknya: semua turnamen major ditambah medali emas Paralimpiade Paris 2024.
Petenis berusia 32 tahun itu menjadi perempuan Jepang pertama yang meraih apa yang disebut career Golden Slam โ sebuah pencapaian langka yang sebelumnya hanya ditorehkan oleh Shingo Kunieda dan Tokito Oda di sektor putra. Kamiji, yang memenangi Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka 2014, kini memiliki satu set lengkap trofi dari Melbourne, Paris, London, dan New York, serta medali tertinggi di ajang paralimpiade.
Dalam wawancara usai pertandingan, Kamiji tak kuasa menahan air mata. โIni sangat berarti bagi saya. Saya benar-benar bahagia bisa berbagi momen ini bersama banyak orang yang telah mendukung saya,โ ujarnya. Dukungan dari keluarga, pelatih, dan penggemar di Jepang disebutnya sebagai kekuatan utama di balik perjalanan panjangnya menuju puncak karier.
Kemenangan ini juga menegaskan dominasi Asia dalam tenis kursi roda. Setelah Kunieda dan Oda, kini Kamiji menjadi ikon baru bagi atlet disabilitas di kawasan. Di Indonesia, prestasi semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga adaptif, yang masih menghadapi tantangan dalam hal fasilitas dan pembinaan atlet. Federasi Tenis Indonesia (Pelti) dan NPC Indonesia dapat menjadikan capaian Kamiji sebagai momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap tenis kursi roda nasional.
Sementara itu, di nomor putra, unggulan teratas dan juara bertahan Tokito Oda akan menghadapi Alfie Hewett dari Inggris pada final Minggu (13/7). Oda sebelumnya harus puas menjadi runner-up di ganda putra bersama Gustavo Fernandez setelah dikalahkan pasangan tuan rumah Hewett/Gordon Reid dengan skor 2-6, 6-1, 6-2.
Dengan prestasi gemilang Kamiji, pertanyaan selanjutnya adalah: mampukah ia mempertahankan konsistensi di turnamen-turnamen mendatang, atau akankah muncul pesaing baru yang mampu menantang supremasinya? Satu hal yang pasti, namanya kini sudah terukir abadi dalam sejarah tenis kursi roda dunia.



