Maya Hawke: Peran di Hunger Games Wujudkan Mimpi Berkat Jennifer Lawrence
Baca dalam 60 detik
- Aktris Stranger Things, Maya Hawke, mengaku terinspirasi oleh penampilan Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen untuk menekuni akting.
- Hawke bergabung dalam prekuel Hunger Games: Sunrise on the Reaping sebagai Wiress muda, sebuah peran yang melengkapi perjalanan kariernya.
- Film keenam waralaba ini dijadwalkan rilis 20 November 2025, dengan deretan bintang seperti Ralph Fiennes dan Elle Fanning.

Maya Hawke, aktris yang dikenal lewat serial Stranger Things, akhirnya mewujudkan mimpi lamanya bergabung dalam waralaba The Hunger Games. Bintang berusia 28 tahun itu mengaku bahwa penampilan Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen di film pertama menjadi pemicu utama ambisinya di dunia akting.
Dalam wawancara dengan People, Hawke menyebut film The Hunger Games original sebagai inspirasi besar. “Saya benar-benar berterima kasih pada film pertama Hunger Games karena mendorong saya ingin menjadi aktor,” ujarnya. Ia memuji Lawrence yang mampu membawakan karakter ikonik tersebut dengan cara unik dan tidak terpengaruh oleh genre aksi yang kerap mereduksi kualitas akting.
Hawke akan memerankan Wiress versi muda dalam The Hunger Games: Sunrise on the Reaping, prekuel keenam yang berlatar setelah The Ballad of Songbirds and Snakes namun sebelum trilogi original. Film ini dijadwalkan tayang pada 20 November 2025, dan menjadi salah satu rilisan paling dinanti tahun depan.
Bagi penggemar Hunger Games di Indonesia, kabar ini menambah daftar panjang alasan untuk menantikan film tersebut. Waralaba ini memiliki basis penggemar kuat di Tanah Air, terutama sejak novel terjemahan populer di kalangan remaja. Kehadiran Hawke—putri dari Uma Thurman dan Ethan Hawke—juga menarik perhatian karena ia dikenal luas lewat perannya sebagai Robin Buckley di Stranger Things, serial yang juga sangat populer di Indonesia.
Hawke mengakui perannya kecil namun ia antusias. “Bagian saya sangat kecil, tapi saya bersemangat. Saya sangat menantikan menonton filmnya sebagai penggemar,” katanya. Ia juga memuji sutradara Francis Lawrence yang dianggap berhasil menciptakan “seni populis anti-fasis”. Meski demikian, Hawke sempat khawatir tidak cocok dengan tone film. “Ada begitu banyak aktor hebat di sini, dan dengan rendah hati saya berharap tidak merusaknya,” ujarnya sambil tertawa.
Waralaba Hunger Games sendiri telah mengumpulkan pendapatan global lebih dari US$3 miliar. Dengan penambahan bintang baru dan cerita prekuel yang memperdalam dunia Panem, Sunrise on the Reaping berpotensi menyedot perhatian penonton lama maupun baru. Pertanyaannya, mampukah film ini menyamai kesuksesan pendahulunya dan memberikan perspektif segar tentang perlawanan terhadap tirani?



