Fog Chaos di Scottish Open: Fitzpatrick Pimpin, McIlroy Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Matt Fitzpatrick memuncaki klasemen sementara Genesis Scottish Open bersama Michael Thorbjornsen setelah kabut tebal menghentikan putaran ketiga.
- Rory McIlroy kehilangan sentuhan, melakukan tiga bogey dalam delapan hole dan tertinggal lima pukulan dari pemimpin.
- Johnny Keefer menjadi pemimpin klub dengan skor 64, sementara 22 pegolf masih harus menyelesaikan putaran pada Minggu pagi.

Kabut tebal yang menyelimuti Renaissance Club di East Lothian, Skotlandia, membuat putaran ketiga Genesis Scottish Open berantakan. Matt Fitzpatrick, yang tampil gemilang dengan empat birdie dalam tujuh hole, harus puas berbagi puncak klasemen sementara dengan Michael Thorbjornsen pada 12 under par. Sementara itu, Rory McIlroy yang sebelumnya memimpin justru terpuruk dengan tiga bogey dan tertinggal lima pukulan.
Kompetisi sempat dihentikan dua kali akibat kabut. Pertama pada pukul 10:45 waktu setempat selama hampir dua setengah jam, sehingga grup terdepan baru memulai permainan setelah pukul 18:00. Namun, kabut kembali menyelimuti lapangan pada pukul 19:55, memaksa penghentian kedua dengan 22 pegolf masih berada di lapangan. Mereka akan melanjutkan putaran pada Minggu pukul 07:00 pagi.
Fitzpatrick, yang bermain bersama McIlroy di grup kedua terakhir, menunjukkan performa impresif. Namun, bogey di hole kedelapan menjadi akhir dari hari yang sempurna. Ia kini sejajar dengan Thorbjornsen, sementara Johnny Keefer menjadi pemimpin klub dengan skor 64, berada di posisi 10 under par.
Bagi McIlroy, hari Sabtu menjadi mimpi buruk. Setelah memimpin selama dua putaran pertama, pegolf nomor dua dunia itu kehilangan ritme. Tiga bogey dalam delapan hole membuatnya terlempar ke posisi enam under par. Masalah dimulai dengan three-putt di hole ketiga, diikuti pukulan iron yang meleset di hole kelima, dan kegagalan di hole ketujuh yang sebelumnya ia birdie.
Keefer, yang berusia 25 tahun, mengaku santai menghadapi situasi ini. "Tema golf links adalah kreativitas dan fleksibilitas. Saya datang dengan pola pikir bahwa apa pun bisa berubah," ujarnya. Ia berpeluang meraih kemenangan perdana di PGA Tour jika mampu mempertahankan performa.
Di sisi lain, sejumlah pemain seperti juara bertahan Chris Gotterup, pemenang US Open Wyndham Clark, dan Jordan Smith dari Inggris masih berada di posisi 10 under par, menunggu penyelesaian putaran. Sementara pegolf Skotlandia, Bob MacIntyre, tertinggal satu pukulan di belakang mereka.
Bagi penggemar golf Indonesia, turnamen ini menarik karena menunjukkan betapa cuaca ekstrem bisa mengubah peta persaingan. Dengan jadwal padat menuju The Open Championship, performa McIlroy yang inkonsisten menjadi sorotan. Mampukah ia bangkit pada putaran final? Atau justru Fitzpatrick yang akan mempertahankan keunggulan? Semua akan terjawab setelah kabut benar-benar sirna.



