Wakefield Patahkan Rekor Kandang Hull KR, Juara Bertahan Super League Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Wakefield Trinity mengakhiri 11 kemenangan beruntun Hull KR di kandang sendiri melalui performa gemilang pemain pengganti Caius Faatili.
- Hull KR gagal mencetak satu pun percobaan dan hanya mengandalkan tendangan penalti, menandai kemunduran serius dalam perburuan play-off.
- Pelatih Hull KR, Willie Peters, menyoroti disiplin buruk dan performa tim yang mengecewakan sebagai penyebab kekalahan.

Wakefield Trinity sukses memutus rekor 11 kemenangan beruntun Hull KR di Craven Park, sekaligus memberikan pukulan telak bagi juara bertahan Super League dalam persaingan menuju babak play-off. Dalam laga yang berlangsung Sabtu malam, Trinity menang 18-6 berkat aksi impresif pemain pengganti mereka, Caius Faatili, yang mencetak dua percobaan di babak kedua.
Hull KR, yang sebelumnya tak terkalahkan di kandang selama lebih dari setahun, tampil tanpa daya sepanjang pertandingan. Satu-satunya poin yang mereka raih berasal dari tiga tendangan penalti Rhyse Martin. Tim asuhan Willie Peters itu bahkan gagal mencetak satu pun percobaanโsebuah catatan buruk yang membuat mereka semakin tertinggal dalam perburuan tiket play-off.
Wakefield membuka keunggulan lebih dulu melalui Harvey Smith yang memanfaatkan celah di pertahanan Rovers untuk mencetak percobaan dari jarak dekat. Namun, Tyson Smoothy gagal mengonversi tendangan yang seharusnya mudah setelah bola membentur tiang gawang. Babak pertama yang kacau juga diwarnai kartu kuning untuk Peta Hiku (Hull KR) dan Ky Rodwell (Wakefield), serta adu tendangan penalti yang membuat skor imbang 6-6 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Wakefield tampil lebih agresif. Faatili, yang masuk dari bangku cadangan, memaksa masuk melewati garis setelah mengalahkan full-back Ryan Hampshire. Ia kembali mencetak percobaan keduanya menjelang jam pertandingan, memanfaatkan pertahanan Hull yang ceroboh. Smoothy sukses mengonversi kedua percobaan tersebut, memperlebar keunggulan Trinity menjadi 18-6.
Hull KR nyaris memperkecil ketertinggalan saat Mikey Lewis mencetak percobaan, tetapi wasit menganulirnya karena knock-on oleh Joe Burgess. Momen itu menjadi titik balik yang membuat Rovers kehilangan harapan. Pelatih Willie Peters tidak menahan kekecewaannya. โSaya sangat kecewa. Kami harus melihat apa yang terjadi. Saya harus bertanggung jawab, pemain harus bertanggung jawab, staf juga,โ ujarnya kepada BBC Radio Humberside. โSaya tidak peduli dengan papan skor, saya peduli dengan performa. Itu adalah performa yang sangat, sangat buruk.โ
Kekalahan ini membuat Hull KR kehilangan momentum penting di akhir musim. Dengan play-off yang semakin dekat, Rovers harus segera memperbaiki disiplin dan efektivitas serangan jika ingin mempertahankan gelar. Sementara itu, Wakefield menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim papan atas, meskipun masih harus konsisten untuk mengamankan posisi di klasemen. Pertanyaan besarnya: mampukah Hull KR bangkit kembali, atau justru Wakefield yang akan menjadi ancaman baru di fase gugur?



