Will Jordan Ukir Sejarah: Cetak 50 Try untuk All Blacks dalam Kemenangan Telak atas Italia
Baca dalam 60 detik
- Will Jordan mencetak hat-trick dan menjadi pencetak try terbanyak sepanjang sejarah Selandia Baru dengan 50 try dalam 56 laga.
- Kemenangan 47-17 atas Italia di Nations Championship mengukuhkan dominasi All Blacks di bawah pelatih baru Dave Rennie.
- Italia harus bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Niccolo Cannone, memperparah kekalahan mereka setelah sebelumnya dibekuk Jepang.

Will Jordan resmi mencatatkan namanya dalam buku rekor rugby Selandia Baru setelah mencetak hat-trick yang membawa All Blacks menang telak 47-17 atas Italia di Nations Championship, Sabtu (19/10) di Wellington Regional Stadium. Dengan tiga try tersebut, pemain berusia 28 tahun itu mengoleksi 50 try dalam 56 laga internasional, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Doug Howlett dengan 49 try.
Pertandingan yang berlangsung di hadapan publik sendiri itu menjadi panggung bagi Jordan untuk menunjukkan kelasnya. Ia mencetak dua try di babak pertama dan satu lagi di babak kedua, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain belakang paling mematikan di dunia. "Ini sangat istimewa. Saya ingat saat kecil berlatih chip-and-chase di halaman belakang," ujar Jordan usai laga. "Berada di sini hari ini sungguh luar biasa. Saya berharap bisa menginspirasi anak-anak untuk bermimpi besar."
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Selandia Baru di bawah arahan pelatih baru Dave Rennie. Pekan lalu, mereka mengalahkan Prancis 34-32 dalam laga pembuka Nations Championship. Turnamen 12 tim ini merupakan edisi perdana dan menjadi ajang uji coba bagi tim-tim elite rugby dunia. Bagi Italia, hasil ini menjadi pukulan telak setelah pekan lalu mereka kalah 27-10 dari Jepang.
Jalannya pertandingan sempat menegangkan saat Italia unggul lebih dulu melalui try Tommaso Menoncello. Namun, All Blacks segera membalas melalui Sam Darry dan Jordan untuk memimpin 14-10 saat turun minum. Di babak kedua, dominasi Selandia Baru semakin tak terbendung. Cam Roigard, Ethan de Groot, dan Jordan menambah keunggulan menjadi 33-10. Insiden kartu merah Cannone terjadi saat ia membenturkan kepala ke Roigard, yang awalnya dihukum kartu kuning sebelum ditingkatkan menjadi merah setelah tinjauan wasit video.
Jordan kemudian mencetak try ketiganya yang bersejarah, disusul try Leonardo Marin untuk Italia, sebelum Tupou Vaa'i menutup pesta dengan try ketujuh All Blacks. Kemenangan ini mempertegas kekuatan Selandia Baru di bawah Rennie, yang mulai meracik tim dengan gaya bermain agresif dan efisien. Bagi Italia, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal disiplin dan pertahanan.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, performa Jordan menjadi pengingat akan pentingnya pengembangan bakat muda dan konsistensi di level tertinggi. Meski rugby belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, prestasi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda untuk menekuni olahraga ini. Nations Championship sendiri masih menyisakan banyak laga menarik, dan Selandia Baru diprediksi akan menjadi salah satu kandidat kuat juara.
Ke depan, tantangan bagi All Blacks adalah menjaga momentum dan konsistensi. Sementara bagi Italia, evaluasi total diperlukan agar tidak kembali terpuruk. Mampukah Italia bangkit di laga berikutnya? Atau akankah Selandia Baru terus melaju tanpa hambatan?



