Will Jordan Cetak Rekor 50 Try, All Blacks Gilas Italia 47-17
Baca dalam 60 detik
- Will Jordan memecahkan rekor try terbanyak untuk Selandia Baru dengan tiga touchdown dalam kemenangan telak atas Italia.
- Pelatih baru Dave Rennie meraih kemenangan kedua beruntun, sementara Italia masih tanpa poin di Nations Championship.
- Kartu merah untuk Niccolo Cannone memperburuk situasi Italia yang sudah tertinggal jauh dari All Blacks.

Will Jordan mencatatkan namanya dalam sejarah rugby Selandia Baru setelah mencetak hat-trick try yang membawa All Blacks menang telak 47-17 atas Italia dalam laga Nations Championship di Wellington Regional Stadium, Sabtu (11/7). Dengan tiga touchdown tersebut, Jordan kini mengoleksi 50 try sepanjang karier internasionalnya, melampaui rekor sebelumnya milik Doug Howlett.
Pemain sayap berusia 28 tahun itu tampil gemilang di bawah arahan pelatih baru Dave Rennie. Setelah mencetak dua try saat mengalahkan Prancis pekan lalu, Jordan kembali menjadi bintang dengan tiga try dalam pertandingan kali ini. "Ini sangat merendahkan hati, sebagai pemain sayap yang kadang hanya menjadi ujung dari rantai serangan," ujar Jordan. "Saya berharap bisa menginspirasi anak-anak untuk bermimpi besar."
Kemenangan ini menjadi yang kedua beruntun bagi Rennie sejak mengambil alih kursi pelatih. Namun, Italia justru memulai Nations Championship dengan catatan buruk: dua kekalahan beruntun setelah sebelumnya dibekap Jepang 27-10. Situasi semakin sulit bagi tim tamu ketika Niccolo Cannone diusir keluar lapangan pada menit ke-52 karena aksi head-butting terhadap Cameron Roigard. Kartu kuning yang diberikan wasit di lapangan kemudian ditingkatkan menjadi merah setelah tinjauan Video Match Official.
Italia sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Tommaso Menoncello mencetak try pada menit kedua, memberi harapan awal bagi tim tamu. Namun, setelah itu dominasi All Blacks tak terbendung. Jordie Barrett menjadi kreator utama dengan memberikan assist pada tiga try Jordan, termasuk umpan grubber yang memungkinkan Leroy Carter mengirim bola ke Jordan untuk try pertamanya pada menit ke-30. Try ketiga Jordan pada menit ke-54 disambut standing ovation dari penonton yang memadati stadion.
Selain Jordan, Sam Darry dan Cameron Roigard masing-masing menyumbang try di awal babak pertama dan kedua, sementara Tupou Vaa'i menambah try ketujuh setelah peluit panjang berbunyi. Di sisi lain, Italia hanya mampu membalas sekali lagi melalui Leonardo Marin pada menit ke-58. Kekalahan ini membuat Italia harus segera berbenah jika ingin bersaing di Nations Championship.
Bagi Indonesia, prestasi Jordan dan All Blacks bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan rugby di Tanah Air. Meski masih dalam tahap awal, rugby Indonesia mulai menunjukkan peningkatan dengan partisipasi di turnamen regional. Keberhasilan pemain seperti Jordan yang memulai dari level junior hingga memecahkan rekor dunia menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi dapat membuahkan hasil. Pertanyaannya, mampukah Indonesia meniru jejak Selandia Baru dalam membangun budaya rugby yang kuat?



