Topan Bavi Kacaukan Jadwal Penerbangan Vietnam Airlines, Rute ke Taiwan Terdampak
Baca dalam 60 detik
- Vietnam Airlines membatalkan empat penerbangan dan mengubah jadwal beberapa rute lain akibat Topan Bavi yang melanda kawasan Taiwan.
- Maskapai mengerahkan pesawat berbadan lebar Airbus A350 dan Boeing 787 untuk menampung penumpang yang terdampak pada 11-12 Juli.
- Topan Bavi melemah dari status super topan, namun masih berpotensi mengganggu penerbangan ke Jepang, Korea Selatan, dan China daratan.

Topan Bavi yang menerjang kawasan Taiwan memaksa Vietnam Airlines menyesuaikan jadwal penerbangan pada Jumat dan Sabtu pekan ini, dengan pembatalan empat rute dan perubahan jadwal sejumlah layanan lain demi keselamatan penumpang dan awak.
Maskapai nasional Vietnam itu membatalkan penerbangan VN578 dari Hanoi ke Taipei pada 10 Juli, VN579 dari Taipei ke Hanoi pada hari yang sama, serta VN570 dari Kota Ho Chi Minh ke Taipei dan VN571 dari Taipei ke Kota Ho Chi Minh pada 11 Juli. Selain itu, dua penerbangan menuju KaohsiungโVN586 dari Hanoi dan VN580 dari Kota Ho Chi Minhโyang dijadwalkan pada 10 Juli diberangkatkan satu jam lebih awal. Sementara itu, penerbangan pulang VN587 dari Kaohsiung ke Hanoi dan VN581 dari Kaohsiung ke Kota Ho Chi Minh yang semula dijadwalkan pada 11 Juli dimajukan ke 10 Juli.
Untuk mengakomodasi penumpang yang terkena dampak, Vietnam Airlines berencana mengerahkan pesawat berbadan lebar Airbus A350 dan Boeing 787 pada rute antara Vietnam dan Taipei pada 11-12 Juli guna meningkatkan kapasitas. Langkah ini diambil untuk memenuhi lonjakan permintaan perjalanan akibat penyesuaian jadwal.
Maskapai juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca buruk dapat memengaruhi penerbangan ke dan dari Jepang, Korea Selatan, serta China daratan. Jadwal operasional mungkin perlu diubah sewaktu-waktu. Seorang perwakilan Vietnam Airlines menyatakan, "Jika jadwal penerbangan harus berubah karena cuaca ekstrem, kami sangat menghargai pengertian dan kerja sama penumpang. Kami juga mendesak penumpang untuk mengikuti semua instruksi awak kabin, terutama menjaga sabuk pengaman tetap terpasang saat tanda menyala dan selama penerbangan jika disarankan."
Pusat Hidrometeorologi Nasional Vietnam melaporkan bahwa pada pukul 07.00 Jumat, pusat Topan Bavi berada sekitar 650 km tenggara Taiwan dan sekitar 1.000 km tenggara Provinsi Fujian, China daratan. Kecepatan angin maksimum mencapai 166 km per jam, setara Level 14 pada skala angin Vietnam, dengan hembusan hingga Level 16. Dibandingkan sehari sebelumnya, Bavi melemah dua level dan tidak lagi diklasifikasikan sebagai super topan. Dalam 24 jam ke depan, topan diperkirakan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 25 km per jam sambil terus melemah.
Bagi pelancong Indonesia yang memiliki rencana transit atau penerbangan lanjutan melalui Vietnam menuju Taiwan, Jepang, atau Korea Selatan, situasi ini patut diwaspadai. Meski tidak ada dampak langsung ke Indonesia, gangguan pada hub penerbangan di Asia Timur dapat memicu efek domino pada konektivitas regional. Maskapai penerbangan Indonesia yang melayani rute serupa, seperti Garuda Indonesia atau Lion Air, mungkin perlu mengantisipasi penyesuaian jadwal jika topan bergerak lebih jauh ke selatan. Vietnam Airlines mengimbau penumpang untuk memantau perkembangan cuaca dan informasi penerbangan terkini melalui situs resmi dan halaman Facebook maskapai.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana topan Bavi akan memengaruhi operasional penerbangan di kawasan Asia Timur dalam beberapa hari mendatang, terutama jika arah pergerakannya berubah mendekati daratan China atau Jepang. Para analis memperkirakan bahwa musim topan tahun ini masih akan aktif, sehingga maskapai dan penumpang perlu bersiap menghadapi potensi gangguan serupa.



