Holloway Naik Kelas ke Welterweight Demi Balas Dendam ke McGregor di UFC 329
Baca dalam 60 detik
- Max Holloway akan menjalani debut di kelas welterweight saat berhadapan dengan Conor McGregor di UFC 329, Sabtu ini.
- McGregor kembali ke oktagon setelah absen lebih dari tiga tahun akibat cedera, namun kariernya diwarnai kontroversi di luar arena.
- Kemenangan di laga ini bisa membuka peluang Holloway menuju perebutan gelar di divisi baru, sementara McGregor butuh bukti bahwa ia masih layak.

Max Holloway resmi menyelesaikan transformasi fisiknya menuju kelas welterweight untuk pertama kalinya dalam karier, bersiap menghadapi Conor McGregor dalam laga ulang yang dinanti di UFC 329, Sabtu (26/8) malam waktu Las Vegas. Petarung asal Hawaii itu, yang selama 11 tahun berkiprah di kelas bulu, kini harus beradaptasi dengan bobot yang lebih berat demi membalaskan kekalahan dari McGregor pada 2013 silam.
Holloway, 34 tahun, tercatat telah menjalani 36 pertarungan profesional dengan 27 kemenangan. Dua laga terakhirnya digelar di kelas ringan, termasuk kemenangan atas Dustin Poirier yang merebut sabuk BMF, sebelum akhirnya kehilangan sabuk tersebut dari Charles Oliveira pada Maret lalu. Keputusan naik ke welterweight menunjukkan ambisi Holloway untuk menantang dirinya sendiri di divisi yang lebih kompetitif, sekaligus mengejar peluang gelar juara baru.
Sementara itu, McGregor (37 tahun) belum pernah bertarung sejak kakinya patah saat kalah dari Poirier pada 2021. Di luar oktagon, petarung asal Irlandia itu terlibat serangkaian kontroversi, mulai dari kasus hukum hingga tes doping yang terlewat, yang membuat banyak pengkritik mempertanyakan apakah ia masih pantas menjadi sorotan utama UFC. Namun, popularitas McGregor tetap tak terbantahkan, terbukti dari antusiasme penonton yang memadati T-Mobile Arena saat sesi timbang badan.
Dalam sesi konferensi pers Jumat lalu, McGregor sempat merobek kacamata Holloway saat saling berhadapan, namun tidak ada kontak fisik lebih lanjut. Holloway hanya meninggalkan pesan singkat: "Saya terlalu ganas, terlalu tak kenal lelah. Sampai jumpa besok malam."
Laga ini juga menjadi ajang unjuk kekuatan Zuffa Boxing, perusahaan promotor tinju yang didirikan oleh presiden UFC Dana White dengan dukungan dana Arab Saudi. Kehadiran petinju Ryan Garcia dan Conor Benn di arena UFC 329 memicu spekulasi bahwa pertarungan tinju antara keduanya akan segera diumumkan. Sebelumnya, Tyson Fury juga menyebut akan ada "pengumuman besar" dari Zuffa Boxing, yang dikaitkan dengan potensi duelnya melawan Anthony Joshua.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, UFC 329 menawarkan tontonan yang sarat gengsi. Holloway, yang dikenal dengan gaya striking agresif dan volume pukulan tinggi, harus membuktikan bahwa ia bisa tampil sama dominannya di kelas yang lebih berat. Sementara McGregor, dengan kekuatan pukulan kirinya yang mematikan, berusaha membungkam keraguan bahwa masa kejayaannya telah berlalu. Pertanyaan besarnya: akankah Holloway mampu mengatasi keunggulan jangkauan dan kekuatan McGregor, atau justru McGregor yang kembali menunjukkan taringnya?
Selain laga utama, ada tiga petarung asal Inggris yang juga menjadi sorotan: Paddy Pimblett (ringan), Lone'er Kavanagh (terbang), dan Luke Riley (bulu). Pimblett akan berhadapan dengan Benoit Saint-Denis, di mana pemenangnya berpeluang menantang juara kelas ringan Justin Gaethje. Kavanagh, yang hanya sekali kalah dalam 11 pertarungan, bisa melesat ke perebutan gelar jika mampu mengalahkan Brandon Royval. Sementara Riley, yang belum terkalahkan dalam 13 laga profesional, akan membuka kartu pendahuluan melawan Kai Kamaka III.
Dengan berbagai narasi yang melingkupi UFC 329โmulai dari kembalinya McGregor, debut welterweight Holloway, hingga ambisi Zuffa Boxing di dunia tinjuโgelaran ini dipastikan menjadi salah satu momen paling dinanti tahun ini. Akankah Holloway menulis babak baru dalam kariernya, atau McGregor yang kembali merebut tahta? Jawabannya akan diketahui Minggu dini hari WIB.



