Prabowo Soroti Dominasi TNI AD di Ajang Menembak Australia: 13 Kali Juara Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Kontingen TNI AD mempertahankan gelar juara umum Australian Army Skills at Arms Meeting (AASAM) untuk ke-13 kalinya secara beruntun sejak 2008.
- Prestasi ini disebut Presiden Prabowo sebagai bukti efektivitas latihan, perlengkapan dalam negeri, dan tata kelola anggaran yang bersih di tubuh TNI.
- Keberhasilan tersebut juga menegaskan kemampuan industri pertahanan nasional, terutama PT Pindad, dalam memproduksi senjata andalan yang digunakan dalam kompetisi.

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi pencapaian prajurit TNI Angkatan Darat yang untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut keluar sebagai juara umum dalam Australian Army Skills at Arms Meeting (AASAM) di Victoria, Australia. Dalam pidatonya di Lombok Barat, Jumat (10/7), ia menyebut dominasi selama 26 tahun itu sebagai simbol kebanggaan nasional yang lahir dari kerja keras dan pengelolaan sumber daya yang tepat.
Kompetisi yang digelar dua tahun sekali ini mempertemukan personel militer dari berbagai negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Sejak 2008, kontingen Indonesia tak pernah sekalipun pulang tanpa gelar juara umum. Menurut Prabowo, capaian ini bukan sekadar kemenangan olahraga, melainkan cerminan profesionalisme prajurit yang berasal dari latar belakang sederhanaโsebagian besar anak petaniโnamun mampu bersaing dengan tentara negara maju.
Prabowo menekankan bahwa kemenangan ini tidak lepas dari tiga faktor utama: latihan yang intensif, perlengkapan yang memadai, dan asupan gizi yang tidak dikorupsi oleh komandan. "Prajurit kita dikasih perlengkapan yang tepat, makannya enggak dikorupsi, dikasih komandan yang baik, dikasih peluru yang cukup latihan, dia juara," ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan pentingnya tata kelola anggaran pertahanan yang bersih sebagai fondasi kesiapan tempur.
Di sisi lain, keberhasilan ini juga menjadi ajang promosi bagi industri pertahanan nasional. Kontingen Indonesia menggunakan senjata rakitan PT Pindad, termasuk Karaben SS2 V2 Heavy Barrel dan Senapan SS2 V4 Heavy Barrel, yang telah teruji dalam kompetisi internasional. Hal ini menunjukkan bahwa produk lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berdaya saing di level global.
Bagi Indonesia, prestasi ini memiliki dampak strategis. Di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia-Pasifik, kemampuan menembak yang unggul menjadi salah satu indikator kesiapan militer. Apalagi, Indonesia kerap menghadapi tantangan keamanan non-tradisional seperti terorisme dan konflik perbatasan. Keberhasilan di AASAM dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kerja sama pertahanan bilateral maupun multilateral.
Ke depan, tantangan terbesar adalah mempertahankan konsistensi prestasi ini di tengah regenerasi prajurit dan perkembangan teknologi persenjataan. Apakah TNI AD mampu terus mendominasi AASAM, atau justru akan ada negara lain yang mematahkan rekor 26 tahun Indonesia? Yang jelas, capaian ini telah menjadi standar baru bagi profesionalisme prajurit Tanah Air.



