Bom Aktif 100 Kg Ditemukan di Sungai Blitar, Diduga Peninggalan Perang
Baca dalam 60 detik
- Warga Blitar menemukan bom udara seberat 50-100 kg di dasar sungai, masih aktif setelah puluhan tahun terendam.
- Tim Jibom Brimob Polda Jatim mengevakuasi dan memusnahkan bom tersebut di lokasi aman, menimbulkan dentuman keras.
- Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan benda mencurigakan serupa, jangan disentuh atau dipindahkan.

Ledakan keras mengguncang kawasan pinggiran Kota Blitar, Jumat (10/7) siang, saat Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur memusnahkan sebuah bom udara aktif berbobot hingga 100 kilogram yang ditemukan di aliran sungai Jalan Manggar, Kecamatan Sukorejo. Benda yang diduga peninggalan masa perang itu telah berada di dasar sungai selama puluhan tahun, terbukti dari lapisan karat tebal yang menyelimuti seluruh permukaannya.
Penemuan berawal saat Oki Eka, warga setempat, melaporkan adanya benda menyerupai mortir di sungai pada Rabu (8/7). Polres Blitar Kota segera memasang garis polisi dan meminta bantuan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur untuk identifikasi. Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menjelaskan bahwa bom memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan diameter 25-30 cm, dan diperkirakan berbobot antara 50 hingga 100 kg.
Proses evakuasi berlangsung rumit karena bom tertindih batu besar. Tim gabungan dari Polres, Brimob, dan BPBD Kota Blitar menggunakan rantai serta alat derek untuk memindahkan batu sebelum akhirnya berhasil mengangkat bom dari dasar sungai. "Tim berhasil mengangkat benda tersebut yang ternyata memang merupakan bom udara atau aircraft bomb. Untuk sementara bom tersebut langsung kami bawa menuju lokasi disposal yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat," ujar Kalfaris.
Setelah diangkat, bom langsung dibawa ke lokasi disposal yang telah ditentukan sesuai standar operasional Tim Jibom. Pemusnahan dilakukan dengan prosedur ketat dan menghasilkan dentuman keras yang terdengar hingga radius tertentu. Kalfaris menambahkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan asal-usul bom, namun berdasarkan karakteristiknya, diduga kuat merupakan peninggalan perang yang sudah berada di lokasi selama puluhan tahun.
Kejadian ini menjadi pengingat akan masih adanya sisa-sisa konflik masa lalu yang tersembunyi di berbagai wilayah Indonesia. Meski jarang terjadi, temuan bom aktif seperti ini memerlukan penanganan cepat dan profesional untuk mencegah korban jiwa. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga bahan peledak, dan segera melapor melalui call center 110.
Pertanyaan yang mengemuka: apakah masih ada benda serupa yang belum terdeteksi di lokasi lain? Mengingat banyak daerah di Indonesia yang menjadi medan pertempuran di masa lalu, kewaspadaan warga dan respons cepat aparat menjadi kunci utama dalam mengantisipasi risiko ledakan yang tidak diinginkan.



