Investor Kembali Melirik Saham Tembakau: Transformasi ke Produk Bebas Asap Jadi Pemicu
Baca dalam 60 detik
- Saham perusahaan rokok global bangkit setelah bertahun-tahun tertekan, didorong peralihan ke produk bebas asap seperti vape dan kantong nikotin.
- Philip Morris International memimpin transformasi dengan 41% pendapatan dari produk non-konvensional, sementara British American Tobacco menargetkan 50% pada 2035.
- Perubahan regulasi FDA yang lebih longgar dan perbaikan persepsi ESG membuka peluang bagi investor institusi untuk kembali masuk.

Setelah bertahun-tahun dijauhi karena tekanan etika dan regulasi, saham emiten rokok global mulai menunjukkan kebangkitan yang signifikan. Fenomena ini tidak terlepas dari strategi transformasi perusahaan-perusahaan tembakau yang agresif beralih ke produk bebas asap (smoke-free), seperti rokok elektrik, tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin. Perubahan ini tidak hanya mengubah citra industri, tetapi juga membuka peluang baru bagi investor yang sebelumnya enggan masuk karena faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Laporan The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa perusahaan yang berhasil menggeser bisnisnya ke produk non-konvensional kini menikmati valuasi lebih tinggi di bursa. Philip Morris International (PMI) menjadi contoh paling menonjol dengan pendapatan dari produk bebas asap mencapai 41% pada 2025. Sementara itu, British American Tobacco (BAT) mulai mengikuti jejak tersebut, dengan sekitar 20% pendapatannya kini berasal dari produk seperti Vuse dan Velo. Investor yang membeli saham BAT dua tahun lalu bahkan telah menggandakan investasinya, melampaui kinerja kelompok saham teknologi "Magnificent Seven".
Salah satu pendorong utama kebangkitan ini adalah perubahan iklim regulasi di Amerika Serikat. Pemerintahan Presiden Donald Trump periode kedua dinilai lebih akomodatif terhadap industri tembakau dibanding era Joe Biden. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) kini mengizinkan produsen menjual produk vape dan kantong nikotin baru selama proses evaluasi izin pemasaran (PMTA) masih berlangsung. Sebelumnya, perusahaan harus menunggu persetujuan penuh yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, menghambat inovasi dan membuka celah bagi produk ilegal. Analis Jefferies memperkirakan lebih dari dua pertiga produk vape di AS saat ini ilegal, mayoritas berasal dari China.
Transformasi ini juga mengubah persepsi investor institusi yang sebelumnya menghindari saham tembakau karena alasan ESG. Survei US Sustainable Investing Forum menunjukkan bahwa meskipun 60% investor masih mengecualikan saham tembakau pada 2025, angka itu turun dari 66% tahun sebelumnya. "Perusahaan yang secara aktif mengurangi ketergantungan pada rokok konvensional mulai mendapatkan tempat di hati investor," ujar seorang analis Jefferies. PMI, dengan produk IQOS yang sukses di Jepang dan Eropa, serta Zyn di AS, menjadi pionir yang membuka jalan bagi transformasi serupa.
Bagi Indonesia, tren ini memiliki implikasi penting. Sebagai salah satu pasar rokok terbesar di dunia, Indonesia masih didominasi rokok konvensional. Namun, pertumbuhan produk bebas asap seperti vape dan kantong nikotin mulai terlihat, meskipun regulasi masih ketat. Investor Indonesia yang melirik saham emiten rokok lokal seperti HM Sampoerna (anak usaha PMI) atau Gudang Garam perlu mencermati strategi transformasi perusahaan induknya. HM Sampoerna, misalnya, telah meluncurkan IQOS di Indonesia, namun penetrasinya masih terbatas. Jika tren global ini berlanjut, emiten rokok di Tanah Air mungkin akan mengikuti langkah serupa untuk mempertahankan daya saing.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah transformasi ini cukup untuk mengimbangi penurunan konsumsi rokok konvensional yang terus berlanjut. Dengan target BAT mencapai 50% pendapatan dari produk bebas asap pada 2035, industri ini berada di persimpangan jalan. Akankah investor terus memberikan valuasi premium, ataukah risiko regulasi dan kesehatan tetap membayangi? Yang jelas, saham tembakau tidak lagi sekadar pilihan defensif berdividen tinggi, tetapi juga menjadi opsi pertumbuhan yang patut diperhitungkan.



