Momen Viral Piala Dunia: Pelatih Meksiko Makian Anthony Gordon, Pemain Inggris Anggap Pujian
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Meksiko Javier Aguirre melontarkan makian kepada Anthony Gordon saat jeda minum, yang ditanggapi santai oleh pemain sayap Inggris tersebut.
- Insiden tersebut menjadi viral di media sosial, menambah daftar momen lucu dalam laga sengit Inggris vs Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia.
- Gordon, yang baru pindah ke Barcelona, menganggap makian itu sebagai bentuk penghormatan atas performanya di lapangan.

Momen tak terduga terjadi di babak 16 besar Piala Dunia antara Inggris dan Meksiko: pelatih Meksiko Javier Aguirre melontarkan makian kepada pemain sayap Inggris Anthony Gordon, yang justru dianggap sebagai pujian oleh sang pemain. Dalam laga yang berlangsung dramatis dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, insiden itu menjadi salah satu sorotan yang viral di media sosial.
Kejadian bermula saat jeda minum di babak pertama. Aguirre, 67 tahun, yang sebelumnya berbicara dengan gelandang Inggris Jude Bellingham, tiba-tiba berteriak kepada Gordon yang berada di dekat garis lapangan. Makian eksplisit keluar dari mulut pelatih berpengalaman itu, namun keduanya justru tertawa bersama. "Saya ingat itu. Itu hanya candaan," ujar Gordon, yang musim panas ini pindah dari Newcastle United ke Barcelona. "Dengan panas dan ketegangan pertandingan, itu adalah hiburan ringan. Saya baru saja mengecoh bek sayap mereka, jadi itu semacam pujian darinya. Saya menerimanya seperti itu."
Insiden ini menambah daftar momen menghibur dalam laga yang sarat emosi. Sebelumnya, kapten Inggris Harry Kane kehilangan suara saat wawancara pasca-pertandingan, dan bek John Stones pura-pura cedera. Di lapangan, Bellingham mencetak dua gol untuk membawa Inggris unggul 2-0, sebelum Julian Quinones memperkecil ketertinggalan. Kartu merah Jarell Quansah membuat Inggris bermain dengan 10 pemain, namun Kane memperlebar keunggulan lewat penalti. Raul Jimenez kemudian memperkecil skor menjadi 3-2, namun Inggris bertahan hingga akhir untuk melaju ke perempat final melawan Norwegia pada 11 Juli.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, momen seperti ini menunjukkan sisi manusiawi dari para pemain dan pelatih di tengah tekanan turnamen besar. Aguirre, yang telah melatih Atletico Madrid, Mallorca, dan Espanyol selama 31 tahun, meninggalkan posisinya setelah kekalahan tersebut dan digantikan oleh Rafael Marquez. "Dia tampak orang baik, dia berbicara dengan saya dan Jude sepanjang pertandingan," tambah Gordon. "Ada banyak ketegangan, jadi dia bicara dengan kami, saya cukup menyukainya."
Momen makian Aguirre menjadi pengingat bahwa di balik tensi tinggi Piala Dunia, masih ada ruang untuk humor dan sportivitas. Bagi Gordon, interaksi tersebut justru memotivasinya. "Saya baru saja berlari mengejar full-back, jadi itu semacam pengakuan dari pelatih lawan. Saya anggap itu sebagai pujian," katanya. Reaksi positif Gordon menunjukkan kedewasaan pemain muda dalam menghadapi tekanan.
Ke depannya, pertanyaan muncul: akankah momen serupa terjadi lagi di babak selanjutnya? Dengan Inggris yang akan berhadapan dengan Norwegia, sementara Meksiko harus merombak tim di bawah Marquez, Piala Dunia kali ini menyajikan drama tak hanya di atas lapangan, tetapi juga di sela-sela pertandingan.



