Glasner Sindir Taktik De Zerbi Jelang Nottingham Forest vs Tottenham: Pola Sangat Jelas
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Nottingham Forest, Oliver Glasner, melontarkan sindiran halus terhadap gaya bermain Roberto De Zerbi yang dinilainya mudah ditebak jelang laga kontra Tottenham.
- Forest mengantongi rekor empat kemenangan beruntun atas Spurs di Premier League, sementara tim tamu belum mencetak gol dan berada di dasar klasemen.
- Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi kedua pelatih baru; Forest ingin meraih kemenangan perdana, sedangkan Spurs berusaha keluar dari krisis.

Nottingham Forest akan menjamu Tottenham Hotspur di City Ground pada Sabtu sore dengan beban yang tidak ringan. Oliver Glasner, manajer anyar Forest, secara terbuka mengomentari gaya bermain lawannya yang disebutnya "sangat jelas"โsebuah sindiran halus yang langsung memanaskan duel dua tim yang sama-sama belum meraih kemenangan di Premier League musim ini.
Forest baru mengumpulkan satu poin dari dua laga awal, setelah kalah tipis dari Leeds United dan ditahan imbang 2-2 di markas Liverpool. Meski hasil itu belum ideal, performa di Anfield memberi sinyal bahwa era Glasner mulai menunjukkan bentuk. Timnya tampil berani saat menyerang balik dan tidak mudah menyerah meski tertinggal lebih dulu. Namun, sang pelatih asal Austria itu sadar bahwa janji permainan harus segera dikonversi menjadi tiga poin penuh.
Di sisi lain, Tottenham justru dalam situasi yang lebih genting. Roberto De Zerbi, pengganti Ange Postecoglou, telah menelan dua kekalahan beruntun di awal musim: dibantai Brentford 3-0 dan takluk 2-0 dari Newcastle United di kandang sendiri. Hasil itu membuat Spurs terpuruk di dasar klasemen dengan nirgol dan kebobolan lima gol. Tekanan mulai dirasakan, dan jika performa flat kembali terulang, awal musim yang buruk ini akan menjadi sorotan tajam.
Pertarungan taktik menjadi sorotan utama. De Zerbi dikenal dengan filosofi mengundang tekanan, membangun serangan dari bawah, dan menciptakan ruang di lini depan. Ketika berjalan mulus, gaya ini mampu membuat lawan kewalahan. Namun, jika timing-nya keliru, lini belakang Spurs kerap terbuka lebar. Glasner mengakui bahwa pola yang khas itu justru memudahkan timnya mempersiapkan diri. "De Zerbi punya cara bermain yang jelas bersama tim-timnya. Itu membuat persiapan sedikit lebih mudah. Polanya sangat terlihat," ujarnya. "Dia punya gaya tertentu, dan kami bisa melihat dalam beberapa situasi mereka tampil sangat baik, di situasi lain belum semuanya beres. Mereka punya cara tertentu yang kami harapkan untuk menekan kami, dan itulah cara kami menyiapkan tim."
Pernyataan Glasner bukan sekadar basa-basi. Ia menunjukkan keyakinan bahwa persiapan matang telah dilakukan. Ia tahu persis bagaimana Spurs akan mengejar bola dan sudah melatih anak asuhnya untuk memanfaatkan ruang di belakang pressing lawan. Jika Forest mampu tetap tenang di bawah tekanan dan melepaskan penyerang sayapnya ke area kosong, peluang memperpanjang rekor kemenangan atas Spurs sangat terbuka. Namun, semua itu hanya akan berarti jika mampu dieksekusi di lapangan.
Bagi publik Indonesia, laga ini menarik karena menyajikan duel dua pelatih Eropa dengan pendekatan kontras. De Zerbi, yang sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar, tengah diuji kemampuannya membangun tim baru. Sementara Glasner, yang pernah menukangi Eintracht Frankfurt, mencoba membuktikan diri di Premier League. Hasil akhir pekan ini tidak hanya menentukan posisi klasemen, tetapi juga menjadi barometer awal proyek jangka panjang kedua klub. Pertanyaannya, akankah taktik "jelas" De Zerbi menjadi kelemahan yang dieksploitasi Forest, atau justru menjadi senjata untuk membungkam kritik?



