Operasi Evakuasi Kapal Pesiar Mewah di Sentosa Cove Dimulai, Sisa Bangkai Masih Tertinggal
Baca dalam 60 detik
- Proses pengangkatan dek atas kapal pesiar Eagle Wings III yang terbakar pada Juni lalu dimulai, sementara badan utama kapal masih memerlukan persiapan lebih lanjut.
- Insiden ini menambah daftar kebakaran kapal rekreasi di Singapura, dengan tiga kasus serupa dalam tiga tahun terakhir yang semuanya dipicu oleh masalah kelistrikan.
- Operasi penyelamatan yang rumit ini melibatkan kapal keruk khusus dan penyelam, dengan target penyelesaian yang belum dapat dipastikan.

Proses pengangkatan bangkai kapal pesiar mewah Eagle Wings III yang terbakar dan tenggelam di ONE15 Marina Sentosa Cove, Singapura, akhirnya dimulai pada Kamis (9/7) sore. Dek atas kapal sepanjang 112 kaki itu berhasil diangkat dari perairan, namun bagian lambung utama yang lebih besar masih memerlukan waktu berhari-hari untuk dievakuasi.
Kapal superyacht yang biasa disewa untuk acara pribadi dan mampu menampung hingga 50 tamu ini terbakar pada 7 Juni lalu dan tenggelam setelah upaya pemadaman. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Operasi pengangkatan dilakukan atas perintah pemilik kapal, EagleWings Yacht Charter, yang menolak memberikan komentar.
Proses evakuasi berlangsung rumit. Kapal tunda SSE Danakody milik Singapore Salvage Engineers, yang dilengkapi derek, dikerahkan untuk mengangkat potongan bangkai. Tiga lapis penahan tumpahan minyak dipasang mengelilingi lokasi untuk mencegah polusi. Para penyelam terlihat memasang tali-tali pengikat di sekitar bangkai yang terendam selama sebulan. Pada pukul 18.00 waktu setempat, derek berhasil mengangkat dek atas yang hangus, meski sebagian material hancur karena degradasi.
Manajer Umum ONE15 Marina Sentosa Cove, Nick McLaughlin, menyatakan bahwa pekerjaan persiapan dilakukan untuk mendukung investigasi dan pemulihan kapal secara aman. Ia menegaskan belum ada bukti kerusakan pada infrastruktur marina akibat insiden tersebut. Setelah operasi selesai, dermaga yang terdampak diharapkan dapat beroperasi normal kembali.
Bagian lambung utama yang lebih besar dan rumit diperkirakan memerlukan dua hingga tiga hari persiapan tambahan, termasuk pemasangan alat pengapung di dalamnya. Belum ada kepastian kapan seluruh operasi akan rampung. Sementara itu, konsultan kelautan ALC Consulting yang ditunjuk Singapore Salvage Engineers menolak berkomentar karena masalah kerahasiaan dan kewajiban hukum.
Bagi pelaku industri maritim di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kelistrikan pada kapal rekreasi. Mengingat banyaknya kapal pesiar dan yacht yang beroperasi di perairan Indonesia, terutama di Bali dan Labuan Bajo, potensi risiko serupa perlu diantisipasi. Otoritas pelabuhan dan pemilik kapal diharapkan meningkatkan inspeksi rutin pada sistem kelistrikan guna mencegah kebakaran saat kapal bersandar.
Ke depan, pertanyaan besar masih menggantung: apakah penyebab kebakaran Eagle Wings III juga berkaitan dengan masalah kelistrikan seperti tiga insiden sebelumnya? Jawabannya akan menentukan langkah pencegahan yang lebih ketat bagi kapal rekreasi di kawasan ini.



