RANS Resmi Melantai di BEI, Saham Langsung Mentok ARA di Hari Pertama
Baca dalam 60 detik
- RANS Entertainment, perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7/2026) dengan harga IPO Rp170 per saham.
- Saham RANS langsung menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada pembukaan perdagangan, mencatat kenaikan 34,12% menjadi Rp228 per lembar.
- Dana IPO sebesar Rp429,25 miliar akan dialokasikan untuk konser, akuisisi, pengembangan wahana Cipungland, dan investasi AI.

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan hiburan milik selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Langsung pada hari pertama, harga saham RANS melesat hingga batas auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,12% dari harga penawaran Rp170 menjadi Rp228 per lembar.
Melalui aksi korporasi ini, RANS menerbitkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga IPO Rp170, perseroan berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp429,25 miliar. Minat investor yang tinggi terlihat dari lonjakan harga saham yang langsung menyentuh batas maksimal perdagangan di awal sesi.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyatakan bahwa pencatatan saham ini menjadi bukti bahwa perusahaan yang lahir dari ekonomi kreator dapat bertransformasi menjadi entitas bisnis yang profesional dan transparan. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta kreatif yang perlu diarahkan agar mampu menciptakan kekayaan intelektual dan lapangan kerja. โKami berharap perjalanan RANS bisa menjadi contoh bahwa kreativitas dapat diwujudkan menjadi nilai ekonomi berkelanjutan,โ ujarnya dalam seremoni pencatatan saham di BEI.
Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menambahkan bahwa IPO merupakan langkah untuk tumbuh dengan standar tata kelola yang lebih tinggi. โKepercayaan publik adalah amanah yang akan kami jaga melalui pertumbuhan berkelanjutan,โ katanya. Langkah ini menempatkan RANS sebagai salah satu emiten dari kalangan selebritas yang berani go public, mengikuti jejak beberapa perusahaan rintisan lainnya.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang. Sekitar 37,61% atau Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, 19,80% (Rp85 miliar) untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, dan 18,64% (Rp80 miliar) untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland. Sisanya, 8,15% (Rp35 miliar) untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi, 6,98% (Rp29,95 miliar) untuk pelunasan kredit investasi, dan 8,82% (Rp37,8 miliar) untuk modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Bagi investor Indonesia, aksi korporasi RANS membuka peluang baru di sektor hiburan dan ekonomi kreatif yang selama ini didominasi oleh pemain konvensional. Dengan valuasi yang masih terbilang awal, pergerakan saham RANS ke depan akan menjadi indikator minat pasar terhadap model bisnis berbasis kreator. Pertanyaannya, mampukah RANS menjaga momentum pertumbuhan setelah euforia hari pertama? Atau akankah tekanan jual muncul setelah aksi spekulasi mereda?



