Pangeran William: Calon Raja yang Jatuh Hati pada Sepak Bola
Baca dalam 60 detik
- Pangeran William, pewaris takhta Inggris, dikenal sebagai penggemar berat Aston Villa dan sering menghadiri pertandingan secara langsung.
- Kecintaannya pada sepak bola memberinya hubungan emosional dengan publik Inggris, berbeda dengan minat olahraga anggota kerajaan lainnya seperti pacuan kuda atau polo.
- Jika Inggris lolos ke final Piala Dunia 2026, William direncanakan hadir sebagai perwakilan resmi FA, memperkuat citranya sebagai 'raja yang dekat dengan rakyat'.

Pangeran William, pewaris takhta Kerajaan Inggris, kembali menunjukkan bahwa ia bukan sekadar bangsawan seremonial. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, pria yang akrab disapa Pangeran Wales itu rela begadang di kediamannya di Windsor untuk menyaksikan kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko di Stadion Azteca. Sikapnya itu bukanlah hal baru—ia telah menjadi patron Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan dikenal memiliki hubungan dekat dengan para pemain timnas, bahkan beberapa di antaranya memiliki nomor ponsel pribadinya.
Namun, yang membedakan William dari anggota keluarga kerajaan lainnya adalah intensitas kecintaannya pada sepak bola. Tidak seperti Ratu Elizabeth II yang lebih dikenal sebagai penggemar pacuan kuda, atau Raja Charles III yang lebih menyukai polo, William adalah penggemar sejati Aston Villa—klub yang ia dukung sejak remaja. Keputusannya memilih Aston Villa, bukan klub raksasa seperti Manchester United atau Liverpool, dinilai sebagai langkah cerdas untuk terlihat lebih membumi. "Menghindari klub global besar membuatnya lebih mudah diterima," ujar Gregg Evans, penulis buku Waking the Giant: Inside the Rebirth of Aston Villa.
Keterlibatan William dalam sepak bola tidak hanya sebatas menonton. Ia kerap terlihat merayakan gol dengan penuh semangat—gaya yang oleh para penggemar disebut "limbs"—dan bahkan masuk ke ruang ganti pemain setelah kemenangan. Dalam sebuah wawancara, kapten Aston Villa John McGinn memuji dukungan William: "Dia pria yang berkelas. Dia ada di ruang ganti sebelum pertandingan dan merupakan penggemar berat Villa." William juga diketahui menjadi pendengar setia podcast Claret and Blue yang membahas klub kesayangannya, dan pernah menyatakan minat untuk tampil sebagai bintang tamu.
Fenomena ini menarik untuk dicermati, terutama dalam konteks hubungan kerajaan dengan publik. Di Inggris, di mana lebih dari sembilan juta orang rela begadang demi menonton pertandingan timnas, kecintaan William pada sepak bola menjadi jembatan emosional yang kuat. "Berbagi suka dan duka dengan penggemar sepak bola sangat penting di saat persepsi publik terhadap kerajaan sedang diuji," tulis analis olahraga. Bagi Indonesia, yang juga memiliki budaya sepak bola yang menggebu-gebu, kisah William bisa menjadi refleksi bagaimana figur publik dapat memanfaatkan olahraga untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah William tetap bisa menunjukkan identitasnya sebagai penggemar Aston Villa ketika ia resmi menjadi Raja? Mat Kendrick, pembawa acara Claret and Blue, optimistis: "Saya rasa jabatan tertinggi tidak akan mengubah cara ia bersikap. Kami akan punya hak pamer ketika Raja adalah penggemar Villa!" Namun, yang lebih dinantikan adalah momen jika Inggris akhirnya memenangkan Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 60 tahun—sebuah pencapaian yang akan menjadi puncak kebanggaan bagi William, baik sebagai pewaris takhta, patron FA, maupun penggemar setia.



