FuboTV Tunjuk Eks Disney+ sebagai CEO, Pendiri Dilengserkan
Baca dalam 60 detik
- Platform streaming FuboTV mengganti CEO pendirinya dengan eksekutif Disney, Alisa Bowen, yang akan memimpin mulai 10 Juli.
- Pergantian ini menandai pergeseran strategi FuboTV menuju integrasi konten olahraga dan hiburan, memanfaatkan pengalaman Bowen di Disney+, Hulu, dan ESPN+.
- Langkah ini berpotensi mempengaruhi persaingan layanan streaming di Indonesia, terutama bagi penggemar olahraga yang mengincar konten eksklusif.

FuboTV, platform streaming berbasis olahraga asal Amerika Serikat, melakukan gebrakan dengan menunjuk Alisa Bowen, mantan presiden Disney+, sebagai chief executive officer (CEO) baru, efektif 10 Juli. Keputusan ini sekaligus menyingkirkan David Gandler, pendiri yang telah memimpin perusahaan sejak 2015.
Bowen, 53 tahun, membawa pengalaman hampir tiga dekade di industri media dan teknologi. Sebelum bergabung dengan FuboTV, ia menjabat sebagai presiden Disney+ sejak September 2022, setelah sebelumnya memegang posisi kepemimpinan di Hulu dan ESPN+. Kariernya juga mencakup peran di News Corp Australia, Dow Jones, dan Thomson Reuters. Kehadirannya diharapkan memperkuat posisi FuboTV yang selama ini fokus pada siaran olahraga langsung, namun kini mulai merambah konten hiburan umum.
Ketua Dewan Direksi FuboTV, Andy Bird, memuji Bowen sebagai "operator terbukti" yang mampu mengelola produk, digital, dan operasi dalam skala besar. "Alisa membawa pengalaman luas di Disney+, Hulu, dan ESPN+ โ platform yang relevan dengan strategi FuboTV ke depan," ujar Bird dalam pernyataan resmi.
Pergantian CEO ini terjadi di tengah persaingan ketat pasar streaming global. FuboTV, yang dikenal dengan paket saluran olahraga dan hiburan, harus bersaing dengan raksasa seperti YouTube TV, Sling TV, dan layanan over-the-top (OTT) lainnya. Dengan latar belakang Bowen di Disney, analis memperkirakan FuboTV akan lebih agresif dalam mengakuisisi konten eksklusif dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Bagi pasar Indonesia, langkah FuboTV ini menarik dicermati. Meski belum resmi masuk ke Indonesia, platform streaming olahraga seperti Mola TV dan Vidio telah menjadi pemain utama. Jika FuboTV memutuskan berekspansi ke Asia Tenggara, pengalaman Bowen dalam mengelola platform global bisa menjadi modal penting. Namun, tantangan regulasi konten dan preferensi konsumen lokal yang berbeda tetap menjadi hambatan.
Gandler, yang mendirikan FuboTV bersama Alberto Horihuela dan Sung Ho Choi, meninggalkan perusahaan setelah hampir satu dekade. Di bawah kepemimpinannya, FuboTV berhasil mengakuisisi hak siar berbagai liga olahraga besar, termasuk NFL, NBA, dan MLB. Namun, tekanan untuk mencapai profitabilitas dan persaingan harga membuat dewan memutuskan perubahan kepemimpinan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Bowen mampu membawa FuboTV ke level berikutnya โ termasuk kemungkinan merger atau akuisisi โ di tengah industri streaming yang terus terkonsolidasi. Dengan pengalamannya di Disney, bukan tidak mungkin FuboTV akan menjajaki kemitraan strategis dengan studio-studio besar Hollywood.



