Arsenal Buru Alternatif Murah: Winger Yunani Christos Tzolis Siap Gabung
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar Christos Tzolis dari Club Brugge sebagai opsi sayap murah setelah harga Barcola dan Rogers melambung tinggi.
- Tzolis mencatat 22 gol dan 29 assist musim lalu, lebih produktif dari Barcola dan Rogers, dengan gaya bermain yang disebut mirip Barcola.
- Kedatangan Tzolis bisa menjadi solusi Arsenal untuk menambah kedalaman skuad tanpa menguras anggaran transfer.

Arsenal dikabarkan tengah menjajaki opsi transfer yang lebih realistis di lini sayap setelah harga dua target utama mereka, Bradley Barcola dan Morgan Rogers, melambung di luar kewajaran. Klub asal London Utara itu kini melirik winger Yunani, Christos Tzolis, yang dilaporkan sudah menyatakan keinginan pindah ke Emirates Stadium.
Menurut jurnalis Yunani Dimitros Manakos, Tzolis telah berbicara langsung dengan perwakilan Arsenal dan mengindikasikan kesediaannya bergabung. Meski Arsenal belum mengajukan tawaran resmi, negosiasi awal sudah berlangsung. Nilai transfer yang disebutkan mencapai £34 juta—angka yang jauh lebih rendah dibandingkan harga Barcola (£116 juta) atau Rogers (£130 juta).
Kebutuhan Arsenal akan sayap baru semakin mendesak setelah performa inkonsisten dari pemain seperti Noni Madueke dan Gabriel Martinelli, serta kepergian Leandro Trossard ke Besiktas dengan nilai £17 juta. Musim lalu, produktivitas gol dari sisi sayap sangat minim: Martinelli hanya mencetak satu gol Premier League, sementara Madueke tiga gol dalam 26 penampilan.
Yang menarik, Tzolis dianggap sebagai versi mini Barcola. Keduanya sama-sama pemain sayap kiri dengan kemampuan menggiring bola dan mencetak gol. Data statistik menunjukkan Tzolis unggul dalam progressive carry (3,61 per 90 menit) dibandingkan rata-rata pemain di lima liga top Eropa, sementara Barcola mencatat 3,70 di Ligue 1. Seorang analis sepak bola bahkan menyebut Tzolis mampu “menghancurkan blok rendah dengan aksi teknis di ruang sempit dan membunuh di ruang terbuka dengan kecepatan serta kekuatan.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menarik perhatian karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Jika Tzolis bergabung, ia akan menjadi pemain Yunani pertama yang memperkuat Arsenal, sekaligus memberikan alternatif bagi Arteta untuk merotasi skuad tanpa mengorbankan kualitas. Meski bukan nama selebritas seperti Barcola, produktivitas Tzolis musim lalu sulit diabaikan.
Pertanyaan besarnya: akankah Arsenal berani mengambil risiko dengan pemain dari liga yang dianggap inferior, atau tetap ngotot mengejar bintang mahal? Dengan anggaran yang terbatas dan kebutuhan di beberapa posisi, opsi Tzolis bisa menjadi langkah cerdas—atau justru bumerang jika ia gagal beradaptasi di Premier League.



