Pulisic Alami Microfracture, AC Milan Khawatir Kehilangan Bintangnya di Awal Musim
Baca dalam 60 detik
- Pemain sayap AC Milan dan timnas AS, Christian Pulisic, dipastikan absen 3-6 minggu akibat microfracture pada tulang kering yang diderita saat Piala Dunia.
- Cedera ini menambah daftar panjang masalah fisik yang menghantui Pulisic, yang juga mengalami paceklik gol sejak Desember 2025.
- Absennya Pulisic menjadi pukulan bagi AC Milan yang akan memulai Serie A pada 23 Agustus, sekaligus mempertanyakan kesiapan tim dalam rotasi pemain.

Christian Pulisic, bintang sayap AC Milan dan kapten tim nasional Amerika Serikat, harus menepi selama tiga hingga enam minggu setelah hasil pemindaian mengonfirmasi adanya microfracture pada tulang keringnya. Cedera ini diderita saat Pulisic tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tepatnya pada laga babak 16 besar melawan Belgia.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 4-1 untuk Amerika Serikat itu, Pulisic terlihat limping dan langsung digantikan. Keesokan harinya, ia terlihat menggunakan kruk di hotel tim, memicu kekhawatiran akan cedera serius. Kini, laporan dari The Athletic dan Calciomercato mengonfirmasi diagnosis awal: memar tulang disertai microfracture pada tibia/fibula.
Meski demikian, sumber-sumber tersebut meyakinkan bahwa cedera Pulisic tidak separah yang dikhawatirkan. Dengan perawatan yang tepat, ia diperkirakan bisa kembali berlatih pada awal musim Serie A, yang dijadwalkan dimulai pada 23 Agustus. AC Milan sendiri akan memulai musim dengan menghadapi Torino.
Cedera ini menjadi pukulan telak bagi AC Milan, yang sangat bergantung pada kreativitas Pulisic di lini depan. Mantan pemain Chelsea itu sempat menjadi andalan dengan torehan 10 gol dan 4 assist musim lalu, namun performanya menurun drastis di paruh kedua. Ia bahkan tidak mencetak satu pun gol sejak kemenangan 3-0 atas Verona pada 28 Desember 2025, alias 19 pertandingan tanpa gol.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini mungkin tidak terlalu berdampak langsung, namun bisa menjadi pelajaran tentang manajemen cedera pemain bintang. Di era padatnya jadwal pertandingan, klub-klub Eropa kerap kehilangan pemain kunci karena cedera yang sebenarnya bisa dicegah dengan rotasi yang lebih baik. AC Milan, misalnya, harus berpikir ulang tentang strategi rotasi mereka agar tidak kehilangan Pulisic di momen krusial.
Pertanyaan besarnya: mampukah AC Milan bertahan tanpa Pulisic di awal musim? Atau akankah cedera ini menjadi awal dari masalah yang lebih besar bagi Rossoneri? Yang jelas, masa pemulihan Pulisic akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan ke depan.



