Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan 28 Orang, Presiden Xi Beri Pernyataan
Baca dalam 60 detik
- Sedikitnya 28 orang tewas dalam kebakaran pabrik sepatu di Jinjiang, Fujian, yang dikenal sebagai pusat industri alas kaki China.
- Presiden Xi Jinping menyebut insiden ini menyebabkan 'korban jiwa signifikan', mengindikasikan jumlah korban bisa bertambah.
- Lima ratus petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi; penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu Huiteng Footwear di Kota Jinjiang, Provinsi Fujian, China, pada Kamis siang waktu setempat, menewaskan sedikitnya 28 orang. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian tinggi dari pemerintah pusat, dengan Presiden Xi Jinping menyebutkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan 'korban jiwa yang signifikan'.
Rekaman dramatis yang dirilis oleh kantor berita Xinhua memperlihatkan kobaran api dan gumpalan asap hitam pekat membumbung tinggi dari gedung pabrik. Sejumlah pekerja tampak terperangkap di atap bangunan, berusaha menyelamatkan diri dari amukan si jago merah. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman dan evakuasi masih terus berlangsung.
Jinjiang, yang kerap dijuluki sebagai 'ibu kota sepatu' China, merupakan pusat manufaktur alas kaki terbesar di negara tersebut. Ribuan pabrik beroperasi di kawasan ini, memproduksi jutaan pasang sepatu setiap tahunnya untuk pasar domestik dan internasional. Kebakaran di pabrik Huiteng Footwear menjadi salah satu insiden paling mematikan di sektor industri dalam beberapa tahun terakhir.
Stasiun televisi nasional CCTV melaporkan bahwa sebanyak 500 petugas penyelamat diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran dan tim medis bekerja sama untuk memadamkan api serta mengevakuasi korban. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kebakaran, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau kelalaian dalam penanganan bahan mudah terbakar di pabrik.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan kerja di sektor manufaktur, khususnya industri alas kaki yang juga menjadi tulang punggung ekonomi di beberapa daerah seperti Tangerang dan Sukabumi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Ketenagakerjaan diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di pabrik-pabrik serupa di tanah air.
Pakar keselamatan kerja dari Universitas Indonesia, Dr. Budi Santoso, menilai bahwa kebakaran pabrik di China ini menunjukkan betapa rentannya pekerja di negara berkembang terhadap risiko kecelakaan industri. 'Pabrik sepatu biasanya menyimpan bahan kimia dan material sintetis yang mudah terbakar. Sistem proteksi kebakaran yang memadai dan pelatihan evakuasi rutin menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa,' ujarnya.
Pemerintah China telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, keluarga korban menanti kepastian nasib sanak saudara mereka yang masih belum diketahui. Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah: apakah regulasi keselamatan kerja di pusat industri sepatu global ini sudah cukup ketat, atau justru ada celah yang memungkinkan tragedi berulang?



