Tottenham Incar 'Permata Bundesliga' Antonio Nusa untuk Gantikan Son Heung-min
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan Antonio Nusa, pemain sayap RB Leipzig berusia 21 tahun, sebagai calon pengganti Heung-min Son yang hengkang pada 2025.
- Nusa, yang dijuluki sebagai salah satu 'permata Bundesliga', menawarkan kemampuan dribel impresif dengan rata-rata 2,2 dribel sukses per laga, sebanding dengan catatan Son di musim terbaiknya.
- Persaingan dengan Arsenal menjadi batu sandungan potensial, sementara Spurs masih perlu memperkuat lini depan setelah hanya mengandalkan Richarlison sebagai pencetak gol dua digit musim lalu.

Tottenham Hotspur tengah mempersiapkan diri untuk era pasca-Heung-min Son dengan membidik Antonio Nusa, pemain sayap muda RB Leipzig yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta paling bersinar di Bundesliga. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah mengadakan pembicaraan awal dengan agen sang pemain, dan nilai transfer sekitar £51 juta disebut-sebut sebagai angka yang mungkin disepakati.
Langkah ini menjadi krusial mengingat lini depan Spurs masih belum pulih sepenuhnya dari kepergian Son pada 2025, setelah sebelumnya ditinggal Harry Kane pada 2023. Musim lalu, hanya Richarlison yang mampu menembus dua digit gol dan assist di Premier League. Catatan tersebut menjadi alarm bagi manajer Roberto De Zerbi, yang kini harus menghadapi kenyataan bahwa timnya kekurangan daya gedor di sisi sayap.
Ketergantungan pada lini belakang dan tengah yang baru direkrut musim panas ini justru mempertegas masalah. Joao Palhinha menjadi pencetak gol terbanyak kedua Spurs di liga dengan hanya lima gol, sementara duet bek tengah Micky van de Ven dan Cristian Romero masing-masing mengoleksi empat gol. Angka-angka ini menunjukkan betapa mandulnya lini depan Tottenham musim lalu, terutama setelah menjual Brennan Johnson pada Januari lalu.
Nusa, yang baru berusia 21 tahun, dinilai memiliki profil yang mirip dengan Son saat pertama kali datang dari Bayer Leverkusen pada 2015. Ia dikenal sebagai pemain yang lincah, eksplosif, dan memiliki kemampuan dribel di atas rata-rata. Menurut data statistik, Nusa mencatatkan rata-rata 2,2 dribel sukses per pertandingan di Bundesliga musim lalu—angka yang lebih tinggi dari rata-rata Son pada musim 2019/20 saat ia mencapai puncak performanya (2,1 dribel sukses per laga).
Namun, perburuan Nusa tidak akan mudah. Arsenal dilaporkan juga memantau situasi pemain Timnas Norwegia itu, dan persaingan ketat antar dua klub London Utara diprediksi akan memanaskan bursa transfer. Selain itu, klub-klub Eropa lainnya juga turut mengantre, menjadikan Nusa sebagai salah satu komoditas paling menarik di jendela transfer musim panas ini.
Menurut pengamat sepak bola Jacek Kulig, Nusa adalah "salah satu permata terbesar Bundesliga"—sebuah pujian yang menempatkannya sejajar dengan bintang-bintang muda lainnya di Jerman. Meski masih inkonsisten, seperti yang terlihat di turnamen musim panas ini, potensinya untuk menjadi pemain kelas dunia diyakini sangat besar. De Zerbi mungkin menginginkan pemain siap pakai, tetapi sejarah menunjukkan bahwa Son pun butuh waktu untuk beradaptasi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League mulai berburu talenta muda dari Bundesliga—liga yang kerap menjadi batu loncatan pemain Asia, termasuk Son yang merupakan ikon Korea Selatan. Jika Nusa berhasil direkrut, ia bisa menjadi contoh lain bagaimana pemain muda Eropa mengikuti jejak sukses pendahulunya.
Pertanyaan besarnya: mampukah Tottenham memenangkan perlombaan melawan Arsenal dan klub-klub lain? Ataukah Nusa akan menjadi 'yang lolos' seperti yang pernah dialami Spurs dalam beberapa bursa transfer sebelumnya? Jawabannya akan menentukan apakah lini depan Tottenham kembali bergairah atau terus terpuruk.



