Kekalahan di Stockholm Jadi Alarm: Duplantis Semakin Haus Kemenangan
Baca dalam 60 detik
- Rekor 40 kemenangan beruntun Mondo Duplantis terhenti di Stockholm, memicu motivasi baru atlet Swedia itu.
- Duplantis mengaku performa buruk di Stockholm justru membuatnya lebih lapar akan kemenangan jelang Monaco Diamond League.
- Atlet yang baru menikah itu akan berlaga di 'kampung halaman' barunya, Monaco, dengan tekanan positif yang ia sambut baik.

Kekalahan mengejutkan di ajang lompat galah Stockholm bulan lalu justru menjadi alarm yang dibutuhkan bagi pemegang rekor dunia Mondo Duplantis. Atlet Swedia itu tiba di Monaco Diamond League, Jumat (9/7), dengan semangat membara untuk kembali ke jalur kemenangan.
Duplantis, yang telah memecahkan rekor dunia 15 kali, harus mengakui keunggulan lawan setelah 40 kemenangan beruntunnya terhenti di depan publik sendiri di Stockholm. Ia gagal dalam dua percobaan melewati enam meter dan akhirnya kandas di ketinggian 6,05 meter. Tiga pekan kemudian, ia bangkit dengan kemenangan di Paris, meski belum mampu memecahkan rekor dunianya sendiri yang mencapai 6,31 meter.
โKekalahan di Stockholm justru membuat saya lebih termotivasi dan lapar,โ ujar Duplantis. Ia menambahkan bahwa pernikahannya pada 12 Juni lalu turut membantunya memulihkan fokus. โSaya benar-benar siap melompat dan sudah lama tidak merasa sebersemangat ini. Kadang Anda memang perlu sedikit kejutan.โ
Bagi atlet berusia 24 tahun yang telah meraih medali emas Olimpiade dua kali berturut-turut ini, Monaco memiliki arti spesial. Ia baru saja menetap di kota tersebut dan akan berlaga di hadapan pendukung sendiri untuk pertama kalinya. โIni akan menjadi kandang pertama saya,โ kata Duplantis. Ia bahkan harus berjuang agar acara lompat galah dimasukkan dalam jadwal pertemuan, yang semakin memacu motivasinya.
Kekalahan di Stockholm, menurut analis olahraga, justru bisa menjadi momentum positif bagi Duplantis. Tekanan yang ia rasakan kini lebih bersifat konstruktif. โSaya menaruh banyak tekanan pada diri sendiri sebelum kompetisi ini, dan itu hal yang baik,โ ungkapnya. Sikap ini menunjukkan kedewasaan seorang juara yang mampu mengubah kegagalan menjadi bahan bakar.
Bagi penggemar atletik Indonesia, performa Duplantis selalu dinanti. Lompat galah memang bukan cabang yang populer di Tanah Air, tapi kehebatan atlet Swedia ini kerap menjadi inspirasi. Kehadirannya di Monaco Diamond League juga bisa disaksikan secara langsung melalui siaran internasional, memberi kesempatan bagi publik Indonesia untuk menyaksikan aksi atlet kelas dunia.
Pertanyaan besarnya: akankah Duplantis mampu memecahkan rekornya sendiri di Monaco? Atau justru tekanan tampil di kandang baru akan menjadi bumerang? Satu hal yang pasti, semangatnya yang membara setelah kekalahan di Stockholm membuat pertandingan Jumat nanti layak ditunggu.



