Rolling Stones Pesta Rilis Album ke-25 di London, Langit Dihiasi 500 Drone
Baca dalam 60 detik
- The Rolling Stones menggelar pesta eksklusif di London untuk merilis album Foreign Tongues, dengan pertunjukan 500 drone yang membentuk logo bibir dan lidah ikonik mereka.
- Acara ini dihadiri sederet selebritas seperti Daniel Craig, Sam Fender, dan Sacha Baron Cohen, serta menampilkan penampilan akustik dari Mick Jagger dan Ronnie Wood.
- Mick Jagger mengonfirmasi rencana tur dunia dalam waktu dekat, sementara album ke-25 ini menjadi yang pertama sejak kepergian drummer Charlie Watts.

The Rolling Stones menandai perilisan album studio ke-25 mereka, Foreign Tongues, dengan pesta megah di Hotel St Clement, London, Rabu malam (8/7). Sorotan utama acara itu adalah pertunjukan cahaya 500 drone yang menerangi langit London, membentuk logo bibir dan lidah khas band legendaris tersebut.
Pesta eksklusif yang digelar di hotel mewah tepi Sungai Thames itu dihadiri puluhan tamu undangan, termasuk mantan pemeran James Bond Daniel Craig bersama istrinya Rachel Weisz, petenis John McEnroe, musisi Sam Fender, komedian Sacha Baron Cohen, dan perancang sepatu Christian Louboutin. Kehadiran mereka menambah gemerlap malam yang sudah dipenuhi atraksi visual spektakuler.
Pertunjukan drone yang dirancang desainer Patrick Woodroffe itu menggunakan lagu terbaru Stones, In The Stars, sebagai latar musik. โMelihat lidah Stones yang ikonik melayang di atas Sungai Thames adalah metafora yang pas untuk merayakan album yang dibuat di kota London,โ ujar Woodroffe dalam pernyataannya.
Selain pertunjukan drone, Mick Jagger (82) dan Ronnie Wood juga memberikan kejutan dengan membawakan lagu Ringing Hollow secara akustik, ditemani keyboardist lama Stones, Matt Clifford. Momen intim itu menjadi hiburan tersendiri bagi para tamu yang hadir.
Di sela-sela acara, Jagger menyempatkan diri berbicara kepada Reuters dan mengungkapkan rencana band untuk kembali tur. โKami berharap bisa tur. Ronnie dan saya sangat antusias, jadi kami berharap bisa bertemu semua orang di jalan,โ kata Jagger. Pernyataan itu langsung memicu spekulasi tentang jadwal tur dunia Stones dalam waktu dekat.
Foreign Tongues menjadi album studio pertama Stones sejak Hackney Diamonds (2023) dan sekaligus album ke-25 sejak band ini terbentuk di London pada 1962. Album 14 lagu itu juga menandai era baru pasca-kepergian Charlie Watts, yang meninggal pada 2021. Sejumlah musisi papan atas turut berkolaborasi, termasuk Sir Paul McCartney, vokalis The Cure Robert Smith, dan drummer Red Hot Chili Peppers Chad Smith.
Bagi penggemar musik di Indonesia, perilisan album ini menjadi angin segar di tengah dominasi musik digital. Meski Stones jarang manggung di Asia Tenggara, antusiasme kolektor vinyl dan penggemar klasik di Tanah Air tetap tinggi. Apakah tur dunia yang diisyaratkan Jagger akan menyentuh Asia? Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu konfirmasi resmi dari pihak band.



