Ditinggal Bassis Tersayang, Sixpence None the Richer Batalkan Tur 2026
Baca dalam 60 detik
- Justin Cary, bassis yang telah 30 tahun mengiringi Sixpence None the Richer, meninggal dunia akibat stroke serius di usia 50 tahun.
- Band asal Amerika Serikat itu membatalkan seluruh jadwal tur dunia tahun 2026 untuk memberi waktu bagi anggota band berduka.
- Kepergian Cary menyisakan duka mendalam, terutama bagi rekan satu band dan penggemar yang telah menantikan konser reuni mereka.

Duka menyelimuti dunia musik internasional setelah Sixpence None the Richer, grup pop-rock yang populer lewat lagu "Kiss Me", mengumumkan pembatalan seluruh tur dunia mereka pada 2026. Keputusan itu diambil menyusul meninggalnya sang bassis, Justin Cary, yang telah menjadi bagian dari perjalanan band selama tiga dekade.
Dalam unggahan emosional di Instagram pekan ini, band yang bermarkas di Nashville itu menyatakan bahwa kehilangan Cary membuat mereka tak sanggup melanjutkan pertunjukan yang telah dijadwalkan. "Kami benar-benar patah hati atas kepergian tragis dan terlalu dini dari rekan band, saudara seperjuangan, dan sahabat selama 30 tahun, Justin Cary," tulis mereka. Menurut pernyataan resmi, tiga tahun terakhir menjadi masa yang penuh kebahagiaan karena mereka kembali tur internasional, merekam materi baru, dan menikmati kebersamaan bermusik.
Justin Cary meninggal pada usia 50 tahun setelah menderita stroke serius dan menjalani perawatan di rumah sakit. Ia bergabung dengan Sixpence None the Richer pada 1997, tahun yang sama saat band merilis album self-titled yang memuat "Kiss Me"โlagu yang melambungkan nama mereka ke puncak tangga lagu global. Selama 30 tahun, Cary menjadi pilar ritme dan humor di atas panggung, sebagaimana diungkapkan oleh rekan-rekannya: "Tak ada yang bisa mengepak koper lebih baik atau membuat kami tertawa lebih keras."
Vokalis Leigh Nash juga menyampaikan penghormatan terpisah melalui media sosial. "'Kami benar-benar bersenang-senang' adalah pernyataan yang terlalu rendah," tulisnya. Ia meminta publik untuk menjaga Linda, istri Cary, dalam doa dan perhatian. "Dia adalah keluarga kami," tambah Nash. Ungkapan duka juga mengalir dari para penggemar dan musisi lain, mengingat kontribusi Cary dalam membentuk suara khas band yang memadukan pop, rock, dan nuansa folk.
Kepergian Cary menjadi pengingat betapa rapuhnya kehidupan di balik gemerlap panggung. Bagi penggemar di Indonesia yang sempat menikmati era 1990-an lewat lagu-lagu Sixpence None the Richer, kabar ini tentu mengejutkan. Meski band belum pernah menggelar konser di Tanah Air, popularitas "Kiss Me" dan "There She Goes" tetap abadi di radio dan platform streaming. Pembatalan tur ini juga berarti penundaan harapan bagi penggemar Asia yang mungkin menantikan penampilan langsung mereka.
Band menutup pernyataan dengan nada penuh harap meski diliputi duka: "Kami tidak tahu apa yang ada di depan, sungguh kami tidak pernah tahu. Tapi untuk saat ini, kami harus berduka untuk saudara kami. Doa sangat diterima untuk kami semua, terutama untuk istrinya yang cantik, Linda." Pertanyaan besar kini menggantung: akankah Sixpence None the Richer kembali ke panggung setelah masa berkabung, atau justru ini menjadi titik akhir perjalanan mereka? Publik hanya bisa menunggu dan mengenang melodi yang telah mereka wariskan.



