Beau Greaves Ukir Sejarah Baru: Jadi Wanita Pertama Lolos ke European Tour PDC
Baca dalam 60 detik
- Pemain darts putri asal Inggris, Beau Greaves, sukses menjadi wanita pertama yang lolos ke ajang European Tour PDC melalui kualifikasi ganda di Leicester.
- Pencapaian ini menambah daftar prestasi Greaves yang sebelumnya telah memenangkan gelar ranking PDC dan mencetak nine-dart finish di ProTour.
- Kesuksesan Greaves membuka peluang bagi atlet darts putri Indonesia untuk menembus kompetisi level dunia, meski tantangan pembinaan masih besar.

Beau Greaves kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah darts dunia. Pebiliar putri berusia 22 tahun asal Doncaster, Inggris, itu menjadi perempuan pertama yang berhasil lolos ke ajang Professional Darts Corporation (PDC) European Tour. Prestasi ini diraih setelah ia memenangi dua babak kualifikasi yang digelar di Leicester, Inggris, akhir pekan lalu.
Dalam kualifikasi European Tour 11, Greaves mengalahkan Tom Bissell dengan skor 6-4. Kemenangan tersebut memastikan tempatnya di Hungarian Darts Trophy yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Tak berhenti di situ, ia kemudian menundukkan Lukas Wenig 6-5 pada kualifikasi European Tour 12, yang memberinya tiket ke Czech Darts Open pada September. "Panasnya luar biasa, tapi misi terselesaikan. Hungarian Darts Trophy dan Czech Darts Open, kami datang!" tulis Greaves di akun Instagram-nya.
Pencapaian ini menjadi tonggak baru dalam karier Greaves yang sudah gemilang. Sebelumnya, ia tercatat sebagai wanita pertama yang memenangi gelar ranking PDC saat mengalahkan Michael Smith pada April lalu. Ia juga menjadi wanita pertama yang mencetak nine-dart finish di PDC ProTour, tepatnya saat mengalahkan Mensur Suljovic pada Februari. Greaves kini bersiap untuk tampil di Women's World Matchplay akhir bulan ini sebagai unggulan teratas, dengan target merebut gelar juara untuk ketiga kalinya.
Perjalanan Greaves menginspirasi banyak pihak, termasuk di Indonesia. Meski darts belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola, olahraga ini mulai mendapat perhatian. Beberapa atlet putri Indonesia seperti Ni Made Ayu Dwi Purnami dan Ni Luh Putu Eka Pratiwi telah menunjukkan potensi di tingkat regional. Namun, untuk bisa menembus level Eropa, diperlukan pembinaan berkelanjutan dan dukungan sponsor. "Prestasi Greaves membuktikan bahwa gender bukanlah batasan. Ini bisa menjadi motivasi bagi atlet putri Indonesia untuk berani bermimpi besar," ujar pengamat olahraga dari Universitas Indonesia, Andi Kurniawan.
Dalam sejarah darts putri, nama-nama seperti Fallon Sherrock, Lisa Ashton, dan Anastasia Dobromyslova telah membuka jalan. Sherrock menjadi wanita pertama yang memenangi pertandingan di PDC World Championship (2019), Ashton pertama yang meraih kartu tur melalui Q-School (2020), dan Dobromyslova pertama yang mengalahkan pemain pria di televisi (Grand Slam of Darts, 2009). Greaves kini melengkapi daftar tersebut dengan prestasi di European Tour.
Ke depan, tantangan Greaves adalah mempertahankan konsistensi di tengah dominasi pemain pria. Namun, dengan usianya yang masih muda dan rekor impresif, ia diprediksi akan terus mencetak sejarah. Pertanyaannya, mampukah atlet darts putri Indonesia mengikuti jejaknya dalam satu dekade ke depan?



