Emmy Rossum: Menikah karena Ultimatum, Cerai Diam-diam
Baca dalam 60 detik
- Aktris Shameless itu menikah dengan produser Justin Siegel pada 2008 setelah diberi ultimatum pisah atau nikah.
- Pernikahan dirahasiakan dari keluarga, termasuk ibunya, karena Emmy yakin hubungan itu tidak akan bertahan.
- Emmy baru mengaku kepada ibunya saat mengajukan cerai pada 2009, dan kini ia bahagia bersama Sam Esmail.

Emmy Rossum, aktris utama serial Shameless, mengaku pernikahan pertamanya dengan produser Justin Siegel pada 2008 terjadi bukan karena cinta, melainkan ultimatum. Dalam wawancara di podcast Call Her Daddy, ia mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil dalam tekanan emosional dan dirahasiakan dari orang terdekat, termasuk ibunya sendiri.
Rossum, yang saat itu berusia 21 tahun, baru menjalin hubungan dengan Siegel selama beberapa bulan ketika ia mendapat peran dalam film Dragonball: Evolution. Proyek itu mengharuskannya syuting di Durango, Meksiko, selama enam bulan. Menjelang keberangkatannya, Siegel memberikan pilihan: putus atau menikah. “Saya baru saja mengalami dua patah hati yang berat. Rasa ditinggalkan adalah luka terdalam saya. Saya tidak ingin itu,” kenang Rossum.
Dengan pemikiran bahwa perceraian tidak rumit, Rossum setuju menikah. Upacara pernikahan digelar sederhana di rumahnya: Siegel mencetak kontrak pernikahan dari internet dan mendatangkan seseorang yang ditemukan secara daring sebagai saksi. Rossum hanya mengenakan turtleneck putih dari lemarinya. “Saya benar-benar tidak mendengar alarm di kepala saya yang berteriak, ‘Jangan lakukan ini. Kamu tidak harus melakukan ini’,” ujarnya.
Selama syuting di Meksiko, Siegel tidak pernah menjenguk Rossum. Sekembalinya ke rumah, ia menyadari bahwa mereka tidak cocok. “Menjadi sangat jelas bahwa kami tidak cocok dalam hal apa pun,” katanya. Rossum merahasiakan pernikahan itu dari semua orang, termasuk ibunya. Ia baru mengaku ketika Siegel mengajukan gugatan cerai pada September 2009. “Saya bilang ke ibu, ‘Hei, aku putus dengan Justin, dan aku butuh pengacara.’ Ibu kaget, ‘Kamu tidak mungkin.’ Saya jawab, ‘Benar’,” cerita Rossum.
Kisah Rossum menyoroti tekanan psikologis yang kerap dialami selebritas muda dalam hubungan. Di Indonesia, fenomena pernikahan karena ultimatum atau tekanan juga terjadi, meski jarang terungkap ke publik. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Djuwita, menilai bahwa keputusan menikah di bawah tekanan seringkali berujung pada ketidakbahagiaan. “Individu yang merasa terancam kehilangan pasangan cenderung mengambil keputusan impulsif, tanpa mempertimbangkan kesiapan jangka panjang,” ujarnya.
Kini, Rossum menjalani kehidupan yang lebih stabil bersama Sam Esmail, sutradara serial Mr. Robot. Mereka memiliki seorang putri berusia lima tahun dan putra tiga tahun. Pengalaman pahit di masa lalu menjadi pelajaran berharga. “Saya belajar bahwa pernikahan bukanlah solusi dari rasa takut ditinggalkan,” kata Rossum. Pertanyaannya, berapa banyak pasangan lain yang masih terjebak dalam pola serupa tanpa menyadari risikonya?



