CNA Headlines Kini Muncul di Layar Stasiun MRT Singapura Lewat Kerja Sama Tiga Perusahaan
Baca dalam 60 detik
- Mediacorp, Moove Media, dan SBS Transit menandatangani nota kesepahaman untuk menampilkan konten di 52 stasiun MRT dan 15 terminal bus.
- Sebanyak 150 layar digital akan menampilkan berita CNA, menjangkau lebih dari 3 juta perjalanan penumpang per hari.
- Kemitraan ini membuka peluang iklan terintegrasi dan pengalaman konten yang lebih kaya bagi komuter.

Mulai pekan ini, komuter di Singapura yang melintasi stasiun MRT dan terminal bus SBS Transit akan disuguhi berita terkini dari CNA di layar digital. Langkah ini merupakan hasil kerja sama antara Mediacorp, perusahaan induk CNA, Moove Media yang menangani periklanan transportasi, dan operator transportasi SBS Transit.
Nota kesepahaman yang ditandatangani di Stasiun MRT Dhoby Ghaut pada Kamis (9/7) itu mencakup pemasangan sekitar 150 layar digital di 52 stasiun MRT dan 15 terminal bus. Untuk tahap awal, layar berukuran 2 meter tersebut akan menampilkan judul berita CNA lengkap dengan kode QR yang mengarahkan pembaca ke artikel utuh secara daring.
Jangkauan kemitraan ini sangat luas: jaringan SBS Transit melayani lebih dari 3 juta perjalanan penumpang setiap hari, sementara Moove Media menjangkau 70 persen perjalanan komuter harian di Singapura. Dengan demikian, konten berita dapat tersebar ke sebagian besar pengguna transportasi publik di negara kota tersebut.
CEO Mediacorp Tham Loke Kheng menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan perpanjangan dari misi perusahaan untuk menghadirkan konten tepercaya di mana pun audiens berada, termasuk saat dalam perjalanan. "Kami ingin membuat ruang transit di Singapura lebih hidup, informatif, dan menarik," ujarnya dalam siaran pers bersama.
Sementara itu, CEO SBS Transit Jeffrey Sim menyebutkan bahwa pemilihan judul berita sebagai konten awal didasari kebutuhan komuter untuk selalu mendapatkan informasi terkini. Ia juga membuka kemungkinan penambahan konten di masa depan, seperti cuplikan acara TV populer Mediacorp atau informasi tentang objek wisata di sekitar stasiun. Namun, konten tidak akan ditampilkan di dalam kereta atau bus.
Bagi pengiklan, kemitraan ini menawarkan solusi terintegrasi yang menggabungkan ekosistem konten Mediacorp dengan jaringan media luar ruang Moove Media. CEO Moove Media Jeffrey Kwek menjelaskan bahwa media luar ruang kini tidak hanya sekadar menjangkau audiens, tetapi juga menciptakan pengalaman yang terukur. "Kami membawa konten, data, dan media transit lebih dekat untuk memperkaya perjalanan komuter sekaligus memberikan dampak yang lebih besar bagi pengiklan," katanya.
Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat di beberapa stasiun MRT Jakarta dan moda transportasi lain yang bekerja sama dengan portal berita untuk menampilkan konten digital. Namun, skala dan integrasi seperti yang dilakukan Mediacorp, Moove Media, dan SBS Transit masih jarang ditemukan. Kolaborasi ini bisa menjadi model bagi operator transportasi dan perusahaan media di Indonesia untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih terpadu di ruang publik.
Ke depan, ketiga perusahaan berencana memperluas jumlah layar dan jenis konten. Pertanyaannya, sejauh mana kemitraan ini mampu mengubah kebiasaan komuter dalam mengonsumsi berita, dan apakah model bisnis iklan terintegrasi ini akan diadopsi oleh negara lain di Asia Tenggara?



