Narji Tinggalkan PKS, Komedian Itu Kini Berlabuh ke PSI
Baca dalam 60 detik
- Komedian Narji resmi menjadi kader PSI setelah sebelumnya tercatat sebagai anggota PKS.
- Ketua DPP PSI Bestari Barus mengonfirmasi Narji bergabung dalam acara khitanan massal di Banten.
- PKS menghormati keputusan Narji dan mendoakan kesuksesannya di partai baru.

Komedian Narji, yang namanya melekat sebagai pelawak dan presenter, kini memutuskan untuk mengubah haluan politik. Pria yang sebelumnya tercatat sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu resmi menyandang atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Perpindahan ini dikonfirmasi langsung oleh jajaran petinggi PSI pada Kamis (9/7).
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan bahwa Narji bergabung dalam sebuah acara yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Banten pada akhir pekan lalu. "Iya hari Minggu kemarin. Itu ada acara khitanan massal yang digelar oleh DPW PSI Banten. Nah, dalam kesempatan yang sama itu ada penyematan Saudara Narji masuk bergabung ke PSI," ujar Bestari saat dihubungi.
Menurut Bestari, proses perpindahan Narji tidak terjadi secara instan. Sebelumnya, Narji telah menjalin komunikasi dengan pengurus PSI Banten dalam waktu yang cukup lama. Bestari menyambut positif langkah Narji dan menilai perpindahan kader antarpatai adalah hal yang lumrah dalam dinamika politik. "Partai manapun itu ada yang pindah, ada yang datang. Ya mungkin ada chemistry yang terbangun antara kawan-kawan di Banten dengan Saudara Narji, yang kemudian membawa Saudara Narji bergabung. Mudah-mudahan menjadi energi baru penguatan PSI di wilayah Banten," katanya.
Bestari juga mengisyaratkan bahwa akan ada tokoh-tokoh lain yang menyusul langkah Narji dalam waktu dekat. "Ada yang akan bergabung kemudian mengumumkan, tapi ada yang juga menunggu waktu yang tepat. Ya kita tunggulah," ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.
Sementara itu, dari kubu PKS, Ketua DPP Bidang Komunikasi dan Digital Ahmad Mabruri menyatakan pihaknya menghormati keputusan Narji. Menurut Mabruri, perpindahan pilihan politik merupakan hak setiap warga negara yang harus dihormati dalam iklim demokrasi yang sehat. "Keputusan Bang Narji merupakan keputusan pribadi yang kami hormati. Dalam kehidupan demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya," ujar Mabruri dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7).
Mabruri juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Narji selama menjadi bagian dari PKS. "Atas nama keluarga besar PKS, kami mengucapkan terima kasih kepada Bang Narji atas dedikasi, kebersamaan, serta kontribusi yang telah diberikan selama bersama PKS. Kami menghargai setiap ikhtiar dan pengabdian yang telah dilakukan," katanya. Ia pun mendoakan agar Narji sukses di tempat barunya.
PKS, kata Mabruri, tetap berkomitmen membangun politik yang dewasa dengan mengedepankan sikap saling menghormati meski terdapat perbedaan pilihan politik. "PKS akan terus fokus melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami juga menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk para sahabat yang memilih jalan pengabdian politik yang berbeda," tegasnya.
Langkah Narji ini menjadi sorotan karena ia adalah figur publik yang cukup dikenal. Kepindahannya dari PKS ke PSI juga menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana figur publik dapat memengaruhi peta politik, terutama di Banten yang menjadi basis awal perpindahannya. Apakah keputusan Narji akan diikuti oleh kader-kader lain, atau justru menjadi sinyal perubahan strategi PSI dalam menarik tokoh populer?



