Anton Segner: Pemain Jerman Pertama yang Siap Bela All Blacks
Baca dalam 60 detik
- Anton Segner berpotensi menjadi pemain kelahiran Jerman pertama yang tampil untuk All Blacks jika masuk lapangan melawan Italia.
- Segner pindah ke Selandia Baru pada usia 15 tahun dan mengikuti jejak Fabian Holland, pemain Belanda yang menjadi All Blacks.
- Kisah Segner menunjukkan daya tarik global rugby Selandia Baru dan bagaimana pemain asing bisa menembus tim paling bergengsi di dunia.

Anton Segner, pemain berusia 24 tahun kelahiran Frankfurt, Jerman, akan mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama kelahiran Jerman yang memperkuat All Blacks jika ia turun dari bangku cadangan dalam pertandingan Nations Championship melawan Italia, Sabtu ini.
Segner, yang berposisi sebagai pemain belakang (back row), belum pernah tampil untuk tim utama Selandia Baru. Namun, peluang itu terbuka setelah pelatih Dave Rennie memasukkannya dalam daftar pemain pengganti. Jika benar-benar dimainkan, Segner akan menjadi bukti lain bahwa All Blacks tidak hanya merekrut pemain lokal, tetapi juga menjaring bakat dari luar negeri yang memiliki dedikasi tinggi terhadap rugby.
Kisah Segner dimulai ketika ia diperkenalkan dengan rugby oleh dua teman sekolah asal Inggris. Kecintaannya pada All Blacks tumbuh begitu kuat sehingga ia mengadopsi kebiasaan Kiwiโmeminta orangtuanya membuatkan pai, dan bahkan menampilkan haka yang dipelajari dari YouTube dalam konser Natal sekolah. Ayahnya, Tim Segner, pernah mengatakan dalam wawancara dengan Stuff bahwa putranya "berbicara seperti Kiwi, makan seperti Kiwi, berpakaian seperti Kiwi."
Pada usia 15 tahun, Segner memutuskan pindah ke Nelson, Selandia Baru, untuk bersekolah di Nelson Collegeโsekolah negeri yang telah melahirkan banyak pemain All Blacks. Ia kemudian meniti karier melalui tim kelompok umur Selandia Baru sebelum mendapatkan kontrak dengan Blues, tim Super Rugby yang berbasis di Auckland. "Saya mengalami sendiri bahwa rugby di Selandia Baru seperti sepak bola di Jerman. Negara ini tergila-gila pada rugby, dan itulah yang saya inginkan. Masuk dalam skuad ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan," ujar Segner.
Jejak Segner mirip dengan Fabian Holland, pemain kelahiran Belanda yang juga pindah ke Selandia Baru pada usia 16 tahun. Holland, yang terinspirasi oleh kamp pelatihan New Zealand Sevens di klub lokalnya, melakukan debut untuk All Blacks melawan Prancis pada Juli 2025 dan dinobatkan sebagai pemain terobosan terbaik dunia versi World Rugby pada Desember lalu. Keberhasilan Holland dan potensi Segner menunjukkan bahwa All Blacks tidak hanya mengandalkan pemain lokal, tetapi juga membuka pintu bagi pemain asing yang berkomitmen.
Pertandingan melawan Italia akan menjadi ujian bagi tim asuhan Dave Rennie setelah kemenangan tipis 34-32 atas Prancis pekan lalu. Rennie melakukan lima perubahan pada susunan pemain inti, termasuk memasukkan flanker Wallace Sititi. Ruben Love tetap dipercaya sebagai fly-half setelah debut sebagai starter pada laga sebelumnya. Sementara itu, Segner akan duduk di bangku cadangan bersama pemain lain seperti Taukei'aho, Bower, dan Tosi.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kisah Segner menjadi inspirasi bahwa batasan geografis bukanlah halangan untuk mencapai level tertinggi dalam olahraga. Dengan semakin globalnya rugby, bukan tidak mungkin suatu saat akan lahir pemain Indonesia yang mampu menembus tim-tim elite dunia. Pertanyaan yang muncul: akankah Segner benar-benar dimainkan, dan bagaimana ia akan tampil jika diberi kesempatan?



