Sunderland Incar Matias Soule: Rekrutan Termahal Sejak Xhaka?
Baca dalam 60 detik
- Sunderland dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga £34 juta untuk mendatangkan winger Roma, Matias Soule, pada bursa transfer musim panas ini.
- Rekrutan ini dinilai sebagai jawaban atas krisis produktivitas lini serang Sayap Hitam, yang musim lalu hanya mengandalkan pemain dengan kontribusi gol minim.
- Jika terealisasi, Soule akan menjadi pembelian termahal Sunderland setelah Granit Xhaka, dengan potensi jangka panjang yang menjanjikan.

Manajemen Sunderland dikabarkan serius memburu tanda tangan Matias Soule, winger muda milik AS Roma, di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini dinilai sebagai upaya klub untuk mereplikasi kesuksesan rekrutan Granit Xhaka yang musim lalu menjadi motor permainan tim.
Menurut laporan Tele Radio Stereo yang dikutip Sport Witness, Direktur Olahraga Sunderland, Florent Ghisolfi, memimpin langsung negosiasi. Ghisolfi sendiri memiliki pengalaman bekerja di Roma setahun sebelumnya, sehingga diyakini memiliki jaringan yang kuat di klub ibu kota Italia tersebut. Sunderland dikabarkan telah mengirimkan pertanyaan resmi untuk memulai pembicaraan, meski belum jelas apakah negosiasi dilakukan dengan pihak Roma atau agen pemain.
Angka yang beredar menyebutkan bahwa Roma membanderol Soule dengan harga sekitar €40 juta atau setara £34 juta. Jika kesepakatan tercapai, pemain berusia 23 tahun itu akan menjadi rekrutan termahal Sunderland sejak Granit Xhaka bergabung dari Bayer Leverkusen tahun lalu. Xhaka sendiri menjadi pemain kunci dengan memimpin tim finis di peringkat ketujuh Premier League dan lolos ke Liga Europa.
Kebutuhan Sunderland akan pemain sayap kanan yang tajam sangat mendesak. Musim lalu, tiga pemain yang paling sering mengisi posisi tersebut—Simon Adingra, Trai Hume, dan Bertrand Traore—tidak satupun yang masuk dalam lima besar kontributor gol tim. Situasi ini membuat lini serang Sunderland mudah ditebak dan kurang variatif. Kehadiran Soule diharapkan mampu mengubah dinamika tersebut.
Catatan Soule di Serie A menunjukkan konsistensi yang mengesankan. Setelah musim debutnya yang gemilang bersama Frosinone (11 gol, 3 assist), ia melanjutkan performa apik di Roma dengan torehan 5 gol dan 5 assist pada musim 2024/25, lalu meningkat menjadi 6 gol dan 5 assist pada musim 2025/26. Kemampuannya sebagai pencetak gol sekaligus pengumpan menjadikannya ancaman ganda bagi pertahanan lawan.
“Soule adalah pemain yang sudah teruji di salah satu liga terbaik Eropa. Meski bukan pemimpin alami seperti Xhaka, dampaknya di lapangan bisa langsung terasa,” ujar seorang analis sepak bola Italia yang enggan disebutkan namanya. “Dia masih muda dan memiliki potensi berkembang lebih besar lagi di Premier League.”
Bagi konteks Indonesia, pergerakan Sunderland di bursa transfer ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Inggris kini semakin agresif merekrut pemain muda berbakat dari Italia, yang sebelumnya lebih banyak menjadi incaran klub-klub papan atas. Jika Soule berhasil beradaptasi, ia bisa menjadi contoh bagaimana pemain Serie A mampu bersinar di Premier League—pelajaran berharga bagi pemain Indonesia yang bercita-cita menembus liga top Eropa.
Dengan harga yang fantastis, tekanan akan langsung membebani pundak Soule. Namun, jika ia mampu mengulangi performa seperti di Italia, bukan tidak mungkin Sunderland akan mendapatkan pemain yang lebih bernilai dari uang yang dikeluarkan. Pertanyaan besarnya: akankah Ghisolfi mampu menyelesaikan kesepakatan ini sebelum jendela transfer ditutup?



