Akuisisi ITV oleh Sky: SNL UK Jadi Mahkota Kesepakatan Rp32 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Sky mengakuisisi divisi jaringan dan streaming ITV senilai £1,6 miliar, menjadikan SNL UK sebagai aset utama untuk memperluas jangkauan komedi.
- Kesepakatan ini memungkinkan Sky memanfaatkan basis pemirsa massal ITV untuk menayangkan ulang serial original, termasuk SNL UK, guna bersaing dengan Netflix dan Amazon.
- ITV Studios akan beroperasi mandiri dengan komitmen belanja konten £2,1 miliar dari Sky dalam lima tahun, tanpa perubahan langsung pada acara populer seperti Coronation Street.

Kesepakatan akuisisi senilai £1,6 miliar (sekitar Rp32 triliun) antara Sky dan ITV menempatkan Saturday Night Live (SNL) UK sebagai aset paling bernilai, yang disebut sumber internal sebagai "permata mahkota" transaksi tersebut. Langkah ini tidak hanya mengubah peta persaingan televisi Inggris, tetapi juga berpotensi memengaruhi strategi distribusi konten global.
Comcast melalui Sky mengumumkan pembelian divisi jaringan dan streaming ITV pekan ini. Dalam wawancara dengan Deadline, seorang insider mengungkapkan bahwa akses ke basis pemirsa ITV yang mencapai puluhan juta pada hari puncak menjadi daya tarik utama. "Memiliki ITV di genggaman adalah keuntungan besar bagi Sky. Menjangkau mata baru untuk drama mahal adalah langkah cerdas," ujarnya.
Sumber lain menambahkan bahwa SNL UK akan menjadi bukti transformasi komedi Inggris oleh Sky. Rencana awal mencakup penayangan ulang musim pertama serial tersebut di ITV untuk menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus mempromosikan musim baru di platform Sky. Selain itu, Sky juga mempertimbangkan untuk menayangkan episode perdana serial seperti Day of the Jackal di ITV sebagai strategi pemanasan sebelum peluncuran musim kedua.
CEO Sky, Dana Strong, menyebut akuisisi ini sebagai "momen penentu bagi media Inggris" dalam upaya menciptakan pesaing bagi platform global seperti Netflix dan Amazon. Meski demikian, Sky memastikan tidak akan ada perubahan besar pada acara-acara ikonik ITV seperti Coronation Street, This Morning, dan Love Island dalam waktu dekat. "Pemirsa akan terus menikmati acara yang mereka kenal dan cintai," demikian pernyataan resmi Sky.
Setelah kesepakatan final, ITV Studios akan beroperasi sebagai entitas mandiri. Sky, yang dimiliki oleh raksasa penyiaran Amerika Comcast, berkomitmen membelanjakan £2,1 miliar untuk konten dari ITV Studios selama lima tahun ke depan. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat posisi Sky di tengah persaingan ketat industri streaming global.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik dicermati mengingat tren konsolidasi media serupa mulai terlihat di Asia Tenggara. Platform lokal seperti Vidio dan MNC Group terus memperkuat konten original, sementara pemain global seperti Netflix dan Disney+ Hotstar gencar mengakuisisi hak siar. Model Sky-ITV yang menggabungkan kekuatan konten premium dengan jangkauan free-to-air bisa menjadi referensi bagi strategi ekspansi pemain media di kawasan.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah SNL UK mampu bersaing dengan program komedi global di era streaming, dan sejauh mana sinergi ini akan mengubah kebiasaan menonton masyarakat Inggris—dan mungkin juga Indonesia—dalam mengonsumsi konten hiburan.



