Khairy Jamaluddin: Narasi 'Green Wave' Hanya Taktik Menakut-nakuti Pemilih
Baca dalam 60 detik
- Mantan Ketua Pemuda UMNO itu menegaskan Barisan Nasional bertarung sendiri tanpa aliansi dengan partai lain dalam pemilu Johor.
- Ia menuding Pakatan Harapan menggunakan isu 'gelombang hijau' untuk menekan pemilih Tionghoa agar tidak memilih BN.
- Khairy optimistis dukungan terhadap BN meningkat di kalangan Melayu dan Tionghoa, serta meminta pemilih waspada terhadap hoaks.

KULAI — Khairy Jamaluddin, mantan Ketua Pemuda UMNO, mengecam keras taktik kampanye Pakatan Harapan yang dinilainya menggunakan pendekatan berbasis ketakutan dengan mengklaim bahwa suara untuk Barisan Nasional (BN) secara tidak langsung akan menguntungkan Partai Islam Se-Malaysia (PAS). Dalam konteks pemilihan umum negara bagian Johor yang tengah berlangsung, ia menegaskan bahwa BN tidak memiliki ikatan koalisi dengan partai mana pun dan bertarung secara mandiri.
“Mereka berusaha menakut-nakuti pemilih Tionghoa dengan isu ‘gelombang hijau’. Padahal, suara untuk BN bukanlah suara untuk PAS atau partai lain. BN tidak bekerja sama dengan partai mana pun. Ini adalah ‘gelombang biru’, dan kami berharap rakyat Johor akan menciptakan gelombang itu pada hari pemungutan suara,” ujar Khairy kepada wartawan usai berkampanye bersama calon-calon BN di daerah pemilihan parlementer Kulai, Kamis (9/7).
Khairy juga menyoroti pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital, Fahmi Fadzil, yang menurutnya turut menyebarkan narasi ‘gelombang hijau’ dalam berbagai kesempatan kampanye. Ia menilai hal itu sebagai bentuk kampanye negatif yang tidak berdasar dan hanya bertujuan mengalihkan perhatian dari isu-isu substantif seperti pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Meskipun menghadapi tantangan di beberapa daerah, Khairy mengaku optimistis dengan tren dukungan yang terlihat di lapangan. Ia menyebutkan bahwa suasana hati pemilih, khususnya dari komunitas Melayu dan Tionghoa, menunjukkan kecenderungan positif terhadap BN. “Saya melihat mood yang lebih positif terhadap BN kali ini, terutama di kalangan pemilih Melayu dan non-Melayu, khususnya komunitas Tionghoa. Kami berharap mendapat dukungan kuat dari semua ras di Johor karena BN adalah untuk semua—Melayu, Tionghoa, India, dan Orang Asli,” tegasnya.
Khairy juga mengingatkan bahwa kinerja ekonomi Johor di bawah administrasi BN menjadi bukti bahwa pemerintahan yang kuat dan stabil mampu memberikan hasil nyata. Ia mendesak pemilih untuk memberikan mandat yang lebih kuat kepada Pelaksana Tugas Menteri Besar Johor, Onn Hafiz Ghazi, agar agenda pembangunan negara bagian dapat dilanjutkan. Di sisa hari kampanye, Khairy mengimbau masyarakat untuk hanya mengandalkan informasi terverifikasi dan tidak mudah terpengaruh oleh klaim palsu yang beredar di media sosial.
Pertarungan di Johor kali ini dipandang sebagai ujian penting bagi BN untuk membuktikan relevansinya di tengah persaingan ketat dengan Pakatan Harapan dan Perikatan Nasional. Apakah strategi ‘gelombang biru’ yang ditawarkan Khairy mampu membendung narasi ‘gelombang hijau’ dan membawa BN kembali berjaya? Hasil pemungutan suara akan menjadi jawabannya.



